Libatkan Kejaksaan dan BPK dalam Belanja Alutsista, Menhan Prabowo: Saya Takut Dikutuk Rakyat!

Senin, 14 Juni 2021 18:56

“Jadi jangan dicicil-cicil. Saya disuruh buat grand desain itu oleh presiden secara utuh,” ungkapnya.

Merespon instruksi atasannya, Prabowo kemudian memetakan kondisi pertahanan negara dari hulu ke hilir. Sayangnya, proses ini terhambat oleh pandemi. Rancangan itu tertunda karena konsentrasi semua pemerintah termasuk keuangan negara dilimpahkan pada penanganan Covid-19.

“Ya, tertunda cukup lama karena pandemi. Padahal presiden sudah menunggu itu,” akunya.

Di sisi lain, saat rancangan belanjan alutsista itu tengah digodok, tiba-tiba saja bocor ke publik. Bergulir menjadi polemik. Padahal, menurutnya, anggaran jumbo senilai Rp1,7 kuadriliun itu masih dalam pembahasan.

“1.700 triliiun itu pun belum disetujui. Masih digodok. Kan bernegara tidak gampang, bernegara ada prosedurnya. Presiden pasti meminta pandangan menteri keuangan, kepala Bappenas dan lain-lain. Tidak langsung disetujui,” tegas Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Walau sejatinya Prabowo menyayangkan bocornya dokumen rancangan belanja tersebut. Sehingga ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk memperkeruh suasana.

“Kebocoran rencana anggaran itu dimanfaatkan oleh kekuatan asing. Banyak lho negara yang tidak senang jika Indonesia aman dan kuat. Apalagi Indonesia selalu menjadi negara yang diinvasi,” pungkasnya.

Bagikan berita ini:
8
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar