Vendor Bansos Covid-19 Mengaku Pernah Dipalak Matheus Joko Santoso

Senin, 14 Juni 2021 22:56

Matheus Joko Santoso ditahan penyidik KPK usai terjaring dalam operasi tangkap tangan perkara dugaan suap pengadaan bant...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Vendor pengadaan bantuan sosial (bansos) sembako penanganan Covid-19, mengaku pernah dipalak oleh mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso.

Hal ini diungkapkan, Letkol Irman Putra yang merupakan Irwasus Inspektorat Babinkum TNI, diperbantukan sebagai Ketua Pusat Koperasi Yustisia Adil Makmur dan Komisaris PT Aditama Energi Kuntomo Jenawi.

Irman menyampaikan, Koperasi Yustisia Adil Makmur mendapat kuota bansos tiga kali pada tahap 5,6, dan 7 dari Kemensos. Total sebanyak 100 ribu kuota. Setelah mendapat kuota itu, dia mengaku diminta Matheus Joko Santoso untum menyerahkan komitmen fee.

Irman mengakui, dirinya diberikan pengharapan oleh Matheus Joko, jika menyerahkan uang fee bansos itu, maka Kemensos akan kembali memberikan jatah pengadaan bansos sembako kepada Koperasi Yustisia Adil Makmur.

“Bahwa benar saya pernah dipaksa Matheus Joko untuk memberi Rp 250 juta atas kuota koperasi, akhirnya karena koperasi dapat kerja dari Kemensos, saya berikan Rp 250 juta di Cafe Bale Bengong, saya berikan uang itu dengan harapan koperasi dapat pekerjaan bansos. Namun ternyata nihil, setelah 3 kali putaran koperasi tidak mendapatkan lagi,” kata jaksa membacakan BAP Irman di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (14/6).

Irman lantas mengamini pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. “Benar, cuma penyerahan di Kemensos Cawang,” ucap Irman.

Bagikan berita ini:
1
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar