Geliat Ekspor Telur Ikan Terbang Terus Meningkat, Permintaan Terbesar dari Tiongkok

Selasa, 15 Juni 2021 20:45

Nelayan sedang menyortir telur ikan terbang.

“Tidak sedikit juga produksi dari luar masuk ke Sulsel untuk diekspor,” jelasnya.

Masih dalam data DKP Sulsel, permintaan ekspor telur ikan terbang paling banyak datang dari Tiongkok sebesar 306.08 ton, disusul Rusia 118.52 ton, Belarus 110.1 ton, Japan 96.53 ton, Taiwan 86.75 ton, Korea Selatan 67 ton, Lithuania 20 ton, dan terakhir Thailand 20 ton.

Sejak bulan Mei kemarin, hingga Agustus mendatang akan menjadi masa bertelur bagi ikan terbang, dan panen telur ikan terbang telah mulai dilakukan secara berkala oleh para nelayan.

Masyarakat kepulauan di Kabupaten Takalar menjadi salah satu yang paling banyak memproduksi telur ikan terbang. Itulah kenapa telur ikan terbang menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar dari Takalar.

Ketua Kelompok Nelayan di Pulau Satangnga, Daeng Tika mengatakan satu nelayan bisa menghasilkan sebanyak 3-10 kilogram telur ikan terbang sekali keluar.

“1 kilogram telur ikan terbang biasa kita jual Rp. 400 ribu hingga Rp. 500 ribu. Pokonya hampir semua nelayan disini memproduksi ikan terbang jika sudah memasuki musimnya di bulan Mei sampai bulan Agustus,” ujar Daeng Tika belum lama ini.

Bagikan berita ini:
1
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar