Geliat Ekspor Telur Ikan Terbang Terus Meningkat, Permintaan Terbesar dari Tiongkok

Selasa, 15 Juni 2021 20:45

Nelayan sedang menyortir telur ikan terbang.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Telur ikan terbang menjadi salah satu komoditi sektor perikanan andalan di Sulawesi Selatan. Dari tahun ke tahun, nilai ekspornya terus meningkat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Hardi mengatakan, peningkatan ekspor telur ikan terbang memasuki akhir semester pertama tahun ini, dimana hasil ekspor mencapai 122,8 ton hingga bulan Mei kemarin.

Hasil ekspor diprediksi akan terus meningkat di bulan selanjutnya bersamaan dengan musim bertelur ikan terbang.

“Ada kenaikan untuk telur ikan terbang. Apalagi ini sudah memasuki musimnya,” kata Hardi, Selasa (15/6/2021).

Berdasarkan data ekspor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel, Ekspor telur ikan terbang memang mengalami peningkatan di tahun 2021 jika dibanding dengan ekspor di tahun 2020.

Dimana pada bulan Januari sampai dengan Mei hanya sebesar 75.2 ton yang secara keseluruhan tahun 2020 mencapai 825.0 ton atau senilai

Hardi menjelaskan, penyumbang ekspor telur ikan terbang tidak hanya datang dari Takalar, wilayah kepulauan lainnya seperti Kepulauan Selayar dan Pangkep juga punya kontribusi.

“Tidak sedikit juga produksi dari luar masuk ke Sulsel untuk diekspor,” jelasnya.

Masih dalam data DKP Sulsel, permintaan ekspor telur ikan terbang paling banyak datang dari Tiongkok sebesar 306.08 ton, disusul Rusia 118.52 ton, Belarus 110.1 ton, Japan 96.53 ton, Taiwan 86.75 ton, Korea Selatan 67 ton, Lithuania 20 ton, dan terakhir Thailand 20 ton.

Sejak bulan Mei kemarin, hingga Agustus mendatang akan menjadi masa bertelur bagi ikan terbang, dan panen telur ikan terbang telah mulai dilakukan secara berkala oleh para nelayan.

Masyarakat kepulauan di Kabupaten Takalar menjadi salah satu yang paling banyak memproduksi telur ikan terbang. Itulah kenapa telur ikan terbang menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar dari Takalar.

Ketua Kelompok Nelayan di Pulau Satangnga, Daeng Tika mengatakan satu nelayan bisa menghasilkan sebanyak 3-10 kilogram telur ikan terbang sekali keluar.

“1 kilogram telur ikan terbang biasa kita jual Rp. 400 ribu hingga Rp. 500 ribu. Pokonya hampir semua nelayan disini memproduksi ikan terbang jika sudah memasuki musimnya di bulan Mei sampai bulan Agustus,” ujar Daeng Tika belum lama ini.

Daeng Tika menjelaskan, permintaan untuk telur ikan terbang memang cukup tinggi. Biasanya para pedagang langsung mencarinya di ke Pulau Satangnga.

“Biasa kita jual ke pedagang atau pengepul di kota (Takalar). Atau biasa mereka langsung yang datang cari ke sini,” jelasnya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
8
8
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar