Kasus Covid Varian Delta Naik, WHO Asia Tenggara Sebut Indonesia Perlu Antisipasi

Selasa, 15 Juni 2021 22:40

Ilustrasi pelayanan pasien Covid-19 di RS Universitas Airlangga (RSUA), Surabaya (RSUA for Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020 Tjandra Yoga Aditama menaruh perhatian terhadap melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Khususnya keberadaan varian Delta (B.1.617.2) yang ditemukan di Kudus, Jawa Tengah. Merujuk laporan dari otoritas Inggris, kasus varian Delta di sana meningkat cukup cepat.

Tjandra yang juga guru besar Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, keberadaan Covid-19 varian Delta juga menjadi perhatian serius di Inggris. Public Health England atau otoritas kesehatan masyarakat di Inggris pada 11 Juni lalu melaporkan perkembangan varian Delta tersebut.

Otoritas Inggris menyampaikan bahwa lebih dari 90 persen kasus baru Covid-19 di sana adalah varian Delta. Seperti diketahui varian Delta bermula dari India. Fakta lainnya varian Delta di Inggris juga naik signifikan.

“Di Inggris sudah ada 42.323 kasus varian Delta. Naik 70 persen dari minggu sebelumnya atau naik 29.892 kasus,” kata Tjandra Selasa (15/6).

Pemerintah Indonesia juga perlu memantau perkembangan di Inggris. Karena keberadaan varian Delta di Indonesia juga sudah banyak ditemukan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UI Ari Fahrial Syam juga menyoroti keberadaan varian Delta di Indonesia. Dia mengatakan dalam empat pekan varian Delta di Indonesia meningkat 51,4 persen. “Gejala sakit pasien lebih berat dari virus sebelumnya,” katanya.

Diantaranya adalah meningkatkan risiko terjadinya hilang pendengaran. Kemudian memicu nyeri ulu hati dan mual. Dengan kondisi tersebut pasien perlu di rawat di RS. Pasien juga perlu tambahan oksigen. Ari menegaskan untuk mencegah tertular Covid-19, khususnya varian Delta tersebut, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kemudian juga tetap melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Bagikan berita ini:
2
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar