Napi Kendalikan Sabu-sabu 1,129 Ton, Lapas Cilegon Dalami Dugaan Keterlibatan Aparat

Selasa, 15 Juni 2021 22:49

Penampakan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan polisi. Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tiga narapidana (napi) Lapas Kelas II A Kota Cilegon, Banten diserahkan ke Polri. Ketiganya merupakan pengendali sabu 1,129 ton jaringan Timur Tengah. Lapas Cilegon akan mendalami dugaan keterlibatan anggotanya.

Kepala Lapas Kelas II A Kota Cilegon Erry Taruna mengatakan tiga napi, terdiri atas dua warga negara Nigeria dan satu warga negara Indonesia yang diduga pengendali jaringan sabu 1,1 ton diserahkan ke Polda Banten.

“Ketiganya merupakan pindahan dari Lapas Tangerang dalam kasus yang sama,” katanya dalam keterangannya yang diterima redaksi, Selasa (15/6).

Dikatakannya, ketiga napi tersebut berinisial CKD dan UC, keduanya warga Nigeria dan ND alias DD, warga negara Indonesia. Mereka sebelumnya pernah terciduk menyimpan tiga unit telepon genggam (handpone) dan 18 paket sabu-sabu dalam ukuran kecil di kamar lapas.

“Ketiga napi itu, diduga terlibat dalam jaringan pengendalian peredaran narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 1,1 ton di wilayah Jakarta dan Bogor. Petugas sudah menyerahkan mereka ke Polda Banten,” ujarnya.

Diungkapkannya, sebelumnya Polda Banten menerima informasi terbongkarnya jaringan pengedar sabu-sabu seberat 1,1 ton oleh Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat.

“Setelah menerima informasi itu, pihak Polda Banten begerak cepat dan meminta agar Lapas Cilegon segera mengamankan kedua WNA tersebut, dan saat dilakukan penggeledahan ditemukan tiga handphone dan 18 bungkus paket sabu-sabu berukuran kecil,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
3
6
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar