Preview Prancis vs Jerman: Perang Saudara

  • Bagikan
Didier Deschamps menyebut Joachim Loew sebagai sahabatnya. (Foto dari dw.com)

Jika melihat persiapan Prancis, Mbappe sepertinya akan berduet dengan Karim Benzema di lini depan. Bagi Mbappe sendiri, ia menganggap kehadiran bomber Real Madrid itu akan menjadi nilai plus bagi Prancis.

“Kami belum banyak bermain bersama, ini baru permulaan, tetapi kualitas Karim tidak perlu dibuktikan. Saya tahu dia akan memberi kami banyak hal dengan kualitas teknisnya dan kemampuannya untuk mencetak gol. Saya tidak ragu,” tandasnya.

Di kubu Jerman, pelatih Joachim Loew mengakui ini akan menjadi pertandingan maha sulit. "Prancis memiliki tim yang paling mudah beradaptasi di dunia. Kami tahu bagaimana mereka bermain, namun mereka hampir tidak mungkin untuk diprediksi,” katanya.

Meski demikian, Loew yang sudah memutuskan akan mundur dari jabatannya pasca Piala Eropa cukup percaya diri dengan timnya. “Kami memiliki dinamika yang baik di tim kami, atmosfernya sangat bagus. Jika kami mengerahkan kekuatan kami dengan benar, kita bisa masuk ke pertandingan ini dengan percaya diri," tegasnya.

Rudiger yang sejak awal paling gencar melontarkan psywar menambahkan, Prancis memang lebih banyak difavoritkan. Namun, bek Chelsea itu memastikan dia dan rekan setimnya tidak akan kalah gertak.

“Prancis terlihat lebih kuat di atas kertas, tapi itu hanya di kertas. Mereka bisa menjadi favorit, tentu saja mereka memiliki striker yang kuat. Kita juga memiliki kualitas yang cukup dan kami siap,” kata Rudiger di DFB.de.

Senada dilontarkan gelandang Jerman, Lukas Klostermann. “Kami telah mempersiapkan diri dengan baik untuk Prancis selama beberapa hari dan minggu terakhir. Ini akan menjadi tantangan besar. Tapi kami di sini untuk menghadapi tantangan besar. Saya merasakan tekad dan kepercayaan diri dan masuk ke permainan dengan perasaan yang baik,” jelasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan