Stok Obat di RSUD Enrekang Menipis, Anggaran Digunakan Bayar Utang

Selasa, 15 Juni 2021 12:42

Antrean keluarga pasien di apotek RS Massenrempulu Enrekang

FAJAR.CO.ID, ENREKANG– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu (Maspul) Enrekang kekurangan ketersediaan obat-obatan untuk pasien.

Alhasil, pasien harus membeli obat di luar rumah sakit dan menanggung biaya obat sendiri.

“Obatnya habis jadi kita harus beli obat di luar. Pakai biaya sendiri, karena kalau beli obat di luar itu tidak ditanggung BPJS Kesehatan,” Hasni, salah seorang keluarga pasien RS Maspul Enrekang, Selasa, 15 Juni.

Kurangnya stok obat ini berdampak pada mutu pelayanan rumah sakit kebanggan warga Enrekang itu. Padahal, anggaran pengadaan obat di tahun anggaran 2021 ini senilai Rp4 miliar lebih.

Plt Direktur RSUD Maspul Enrekang, Drg Ira Desti Saptari mengatakan, kurangnya stok obat disebabkan anggaran untuk obat dan bahan habis pakai tahun ini digunakan untuk membayar utang obat tahun lalu, dengan besaran kurang lebih Rp2 miliar.

“Selalu seperti ini kondisinya dari tahun ke tahun. Selain itu karena kita bertambah dokter jadi kemungkinan bertambah juga kebutuhan obat. Ada beberapa dokter ahli yang jumlahnya bertambah sehingga pemakaian obat yang semakin besar,” katanya kepada media.

Keterlambatan membayar sisa hutang obat tahun 2020 kata Ira, dipengaruhi masa transisi kepemimpinan dari direktur lama dr Muh Yusuf ke Plt direktur yang saat ini dijabatnya.

Ira juga menambahkan, untuk obat-obatan yang dibeli keluarga pasien di luar apotik rumah sakit, biayanya aman digantikan oleh pihak rumah sakit.

Bagikan berita ini:
8
5
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar