Usul Kawasan Ekonomi Khusus Pangan di Luwu Utara, Akademisi Sarankan Ini

Selasa, 15 Juni 2021 19:56

IST

Masih kata Wardihan, usulan KEK Pangan untuk Luwu Utara adalah sangat tepat, mengingat ketahanan pangan menjadi isu strategis yang harus mendapat perhatian serius serta pangan sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat di Luwu Utara.

“Semoga apa yang kita pikirkan ini sesuai dengan potensi dan kesiapan daerah untuk kita dorong sebagai suatu kawasan ekonomi khusus pangan,” terang dia sembari menyebut STP sebagai jembatan emas bagi pertumbuhan ekonomi melalui sinergi antara pemerintah daerah dan STP Unhas.

Senada Prof Wardihan, Penasehat Ahli STP Unhas, Edy Juwito, juga mengatakan bahwa KEK Pangan adalah solusi bagi Luwu Utara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik. Untuk mewujudkan itu, maka segala potensi yang dimiliki harus bisa saling mendukung satu sama lain, seperti potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia-nya. “Sebuah wilayah akan berubah lebih cepat kalau ada lokomotif-nya. Nah, lokomotifnya adalah Kawasan Ekonomi Khusus, baik pangan maupun energi,” imbuh Edy.

Meski begitu, lokomotif tanpa gerbong juga tidak akan berarti apa-apa. Untuk itu, Edy berharap gerbong ini harus selalu dijaga dengan baik. “Lokomotif ini harus ada gerbongnya. Gerbongnya adalah sumber daya alam yang kita kelola dengan arif dan bijaksana. Nah, semua ini kita lakukan dalam rangka mewujudkan Indonesia, khususnya Luwu Utara, yang jauh lebih baik lagi ke depan. Sekali lagi, KEK pangan adalah lokomotif Pemda Luwu Utara,” tandasnya.

Bagikan berita ini:
5
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar