Ahok Mengaku Dapat Fasilitas Kartu Kredit Limit Rp30 Miliar, Staf Khusus BUMN Membantah

Rabu, 16 Juni 2021 21:25

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

FAJAR.CO.ID — Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama, mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan fasilitas kartu kredit dengan limit Rp30 miliar dari jabatannya.

Pria yang karib disapa Ahok ini menyampaikan, limit jelas diperuntukkan per orang atau dalam posisinya sebagai Komut Pertamina. Sementara limit untuk pejabat Pertamina yang lain, termasuk direksi, menurutnya tidak dibuka datanya.

“Iya (untuk Komut). Di kartu saya tertulis demikian, limitnya benar (Rp30 miliar),” kata Ahok seperti dikutip dari kumparan, Rabu (16/6/2021).

Ahok mengusulkan agar fasilitas kartu kredit bagi pejabat Pertamina dihentikan. Sebab, banyak digunakan tidak sesuai peruntukannya.

“Supaya tertib pemakaian uang. Nanti akan kami sampaikan (perihal tidak tertibnya penggunaan kartu kredit di Pertamina),” ucap Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, membantah adanya limit kartu kredit di sebuah perusahaan negara mencapai Rp30 miliar. Hal ini menurutnya berdasarkan pengecekan ke beberapa BUMN.

“Hasil pantauan kami, limitnya tidak ada yang sampai Rp30 miliar. Limit atasnya Rp 50-100 juta. Saya juga sudah cek ke Pertamina, menurut mereka tidak ada limit kartu kredit mencapai Rp30 miliar baik untuk direksi dan komisaris,” kata Arya kepada wartawan.

Dari pengecekan ke beberapa BUMN, menurut Arya, memang ada fasilitas pemberian kartu kredit, namun digunakan untuk keperluan perusahaan, bukan pribadi.

Bagikan berita ini:
5
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar