Anies Dipanggil Jokowi ke Istana, Ferdinand: Dia tak Bisa Bekerja, Hanya Andalkan Kebijakan Bodoh

Rabu, 16 Juni 2021 11:10

Anies Baswedan dan Ferdinand Hutahaean (Instagram)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Presiden Jokowi memanggil Gubernur DKI Jakarta dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI ke Istana Negara. Pemanggilan itu menyusul adanya lonjakan kasus COVID-19 di Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI, Riza Patria mengatakan, usai pertemuan itu, Anies Baswedan langsung memimpin rapat tindak lanjut arahan Jokowi untuk langsung bekerja.

Menanggapi itu, pemerhati sosial politik, Ferdinand Hutahaean menilai, artinya selama ini Anies Baswedan tidak bekerja mengatasi penyebaran COVID di DKI Jakarta.

“Artinya, sebelum-sebelumnya memang tidak kerja dan tidak tau mau kerja apa. Makanya setelah diarahkan oleh Presiden baru tau harus lakukan apa dan kemudian baru kerja,” kata Ferdinand, Rabu (16/6).

Dia menilai, Anies selama ini hanya bisa melakukan kebijakan tarik rem darurat. Dia menyebut kebijakan itu sebagai kebijakan bodoh.

“Selama ini bisanya cuma kebijakan sedikit bodoh malas kerja tarik rem darurat. Tidak ada terobosan,” ungkap Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand bilang, saat ini para pengusaha khawatir apabila Anies Baswedan mengambil kebijakan rem darurat atau pembatasan sosial skala besar. Sebab akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

“Kemarin saya diskusi dengan beberapa rekan pengusaha. Mereka memiliki kekuatiran yang sama atas ledakan kasus covid di Jakarta. Dan kekuatiran yang sama dari mereka adalah kalau sampai Gubernur Jakarta mengambil kebijakan bodoh malas kerja dengan istilah tarik rem darurat yang menghentikan ekonomi,” cetusnya.

Bagikan berita ini:
10
7
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar