Di Hadapan Komisi X DPR, PGRI: Guru Honorer Dibutuhkan, tapi Dilupakan

Rabu, 16 Juni 2021 15:11

ILUSTRASI. Guru Honor

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengungkapkan data bahwa mayoritas pendidik di Indonesia adalah guru honorer. Namun, sayangnya guru honorer masih dianggap sebelah mata.

Wasekjen PGRI Dudung Abdul Qadir menyampaikan, saat ini jumlah guru di Tanah Air berjumlah 3.357.935, di antaranya adalah guru ASN 1.607.480 orang dan 1.750.455 guru honorer. Dari jumlah itu, masih banyak guru honorer yang kesulitan untuk masuk dalam data Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Guru honor di daerah itu sulit masuk data Dapodik, guru honor itu dibutuhkan tapi dilupakan, ini nasib guru-guru honor,” terang dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI secara daring, Rabu (16/5).

Lalu, kualifikasi ijazah guru honorer yang tidak linier juga menjadi suatu persoalan. Sebab, syarat untuk mendaftar seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan dibuka oleh pemerintah adalah harus memiliki ijazah yang linier.

“Masih banyak guru honor yang kualifikasi ijazahnya tidak linier sehingga ketika dibuka tes PPPK, mereka sulit masuk. Pemerintah harus hadir untuk memperjuangkan mereka supaya linier ijazahnya,” imbuhnya.

Kemudian, pembinaan dan pengembangan guru honorer juga tidak begitu diperhatikan. Pemerintah lebih mengembangkan para guru dengan status aparatur sipil negara (ASN).

“Lalu belum adanya pemetaan struktur bidang studi secara nasional, sehingga tidak nyata, ini pemetaannya tidak real, Kemendikbudristek harus membuat pemetaan, masalahnya pun adalah kesenjangan keprofesian terjadi,” tutup Dudung. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
1
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar