Israel Kembali Serbu Masjid Al Aqsa, Wakil Ketua MPR: Tunjukkan Jatidiri Penjahat Kemanusiaan

Rabu, 16 Juni 2021 14:34

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) geram dengan ulah Israel yang melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan udara ke Gaza dan serbu Masjid Al Aqsa.

Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut Israel merupakan penjahat kemanusiaan.

“Israel kembali langgar gencatan senjata. Mereka membombardir Gaza, melanjutkan jatidirinya sebagai penjahat kemanusiaan,” kata HNW, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitter pribadinya, @hnurwahid, Rabu (16/6).

HNW tak percaya dengan klaim Israel yang menyebut serangan udara ke Gaza Palestina merupakan balasan terhadap serangan balon api yang dilancarkan pejuang Hamas ke wilayah Israel.

“Tentara Israel tidak sedang membela diri “self defense”, merek baru saja mengawal kelompok ekstrimis Yahudi berpawai dan nistakan Masjid alAqsho dan Rasulullah SAW,” tegas HNW.

Pendukung Bennet Serang Masjid Al Aqsa

Pada Selasa (15/6), kelompok sayap kanan Israel melakukan pawai untuk merayakan kemenangan Perdana Menteri (PM) Israel, Naftali Bennet.

Bennet menjadi PM baru Israel setelah mengalahkan Benjamin Netanyahu pada Minggu, 13 Juni 2021.

Bennett memastikan kemenangannya dengan perolehan suara 60-59 di Knesset (Parlemen Israel).

Kemenangan Bennet dirayakan para pendukungnya, terutama dari sayap kanan Israel.

Mereka melakukan pawai dan memaksa masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa. Mereka menduduki tempat suci umat Islam yang berada di Yerusalem Timur tersebut pada Selasa (15/6).

Mantan anggota Knesset (parlemen Israel), Yehuda Glick mengunggah video dirinya saat mengunjungi Masjil Alqsa.

Glick menyatakan mendukung pemerintahan koalisi baru Israel yang disetujui oleh Knesset.

“Kami berdoa agar pemerintah ini mencapai perdamaian di antara kami, untuk memindahkan kami ke ekonomi yang nyaman, keamanan, dan kasih sayang di antara kami,” kata Glick, dilansir di Anadolu Agency, Rabu (16/6).

Puluhan pemukim Israel menyerbu kompleks masjid Al Aqsa melalui Gerbang Al-Mughrabi, barat daya masjid.

Para anggota kelompok ekstrimis Israel itu dikawal polisi Israel menduduki Masjid Al Aqsa.

Diketahui, polisi Israel mulai mengizinkan serangan pemukim pada 2003, meskipun berulang kali dikecam oleh Departemen Wakaf Islam, yang mengawasi situs-situs keagamaan di Yerusalem.

Masjid Al Aqsa yang merupakan tempat tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam.

Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu ‘Temple of Mount’, mengklaim bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967.

Israel mencaplok seluruh kota pada 1980. Namun langkah Israel ini tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. (pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
5
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar