Mantan Kepala BNPT Ungkap Empat Indikator Berkembangnya Radikalisme

Rabu, 16 Juni 2021 17:02

Mantan Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Suhardi Alius. ANTARA/Dokumentasi BNPT

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Suhardi Alius mengatakan, ada empat indikator yang perlu diwaspadai untuk mencegah berkembangnya radikalisme di Tanah Air.

Keempat indikator dimaksud yakni, intoleransi, anti-Pancasila, anti-NKRI dan penyebaran paham takfiri atau mengkafirkan orang.

“Ini yang terjadi sekarang. Radikalisme dalam perspektif negatif yang sudah sering saya sampaikan saat menjabat sebagai kepala BNPT. Ada empat indikatornya, yaitu intoleransi, anti Pancasila, anti NKRI dan penyebaran paham takfiri (mengkafirkan orang),” ujar Suhardi dalam keterangannya, Rabu (16/6).

Menurut Suhardi, ada dua langkah yang perlu dilakukan untuk menekan radikalisme.

Yakni, penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan. Kedua hal ini penting untuk mengikis maraknya adu domba dan hoaks, demi terciptanya kehidupan kebangsaan yang harmonis serta demokrasi yang santun di Indonesia.

Menurut dia, bila nasionalisme dan wawasan kebangsaan kembali seperti dulu, otomatis radikalisme berkonotasi negatif serta terorisme akan terkikis.

“Kalau masuk klasifikasi ini harus dikikis, direduksi dan hilangkan. Mari sosialisasikan pada anak anak, pada generasi muda khususnya agar tidak mudah terpapar paham itu, bagaimana kita harus menguatkan nasionalisme dan wawasan kebangsaan,” ucapnya.

Suhardi mencontohkan implementasi penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan dengan kembali mengadakan upacara bendara setiap hari Senin, dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan naskah Pancasila.

Bagikan berita ini:
3
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar