Mantan Kepala BNPT Ungkap Empat Indikator Berkembangnya Radikalisme

Rabu, 16 Juni 2021 17:02

Mantan Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Suhardi Alius. ANTARA/Dokumentasi BNPT

Suhardi mencontohkan implementasi penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan dengan kembali mengadakan upacara bendara setiap hari Senin, dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan naskah Pancasila.

“Ini salah satu yang membuat karakter bangsa dengan baik, kalau tidak dilakukan itu akan hilang.”

“Sekarang generasi muda banyak yang tidak hafal Pancasila, lagu Indonesia Raya, itu tidak bisa disalahkan. Karena kurikulumnya sudah seperti itu.”

“Nah, sekarang diubah kembali, dimulai dari sekarang sehingga bisa melihat hasilnya nanti 5-10 tahun mendatang,” kata dia.

Suhardi mengungkapkan, generasi muda saat ini menjadi sasaran empuk penyebaran paham-paham tersebut, selain masyarakat umum lainnya.

Faktanya, media sosial dipenuhi dengan berbagai macam hoaks dan adu domba. Ironisnya, kondisi ini dimanfaatkan kelompok-kelompok radikal intoleran untuk memecah belah masyarakat. Dia menilai, saat ini budaya saring sebelum sharing generasi muda dan masyarakat sangat rendah.

Banyak yang ‘menelan’ begitu saja berbagai informasi karena tidak punya kemampuan memverifikasi dan memfilter pesan-pesan yang masuk. Hal ini dipengaruhi salah satunya adalah tingkat pendidikan masyarakat.“Kalau yang sudah berpendidikan cukup intelektual kan akan berpikir saat menerima informasi benar atau tidak.”

Bagikan berita ini:
10
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar