Pokja Genetik Fakultas Kedokteran UGM Sebut Vaksinasi Masih Mampu Hadapi Varian Delta

Rabu, 16 Juni 2021 22:58

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebutkan, vaksinasi Covid-19 masih mampu memproteksi manusia dari paparan virus korona B.1.617.2 atau varian Delta.

”Dibandingkan yang tidak divaksinasi dengan yang sudah divaksinasi dosis pertama maupun dosis kedua, ternyata tetap ada efek protektif terhadap varian Delta secara umum,” kata Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Gunadi dalam webinar Varian Virus Corona Delta di Kudus: Kenali dan Tingkatkan Kesiapan Diri, Komunitas dan Sistem Pelayanan Kesehatan di Jogjakarta, Rabu (16/6).

Menurut dia, merujuk penelitian di Inggris terhadap para penerima vaksin Pfizer maupun AstraZeneca, vaksinasi masih efektif menangkal varian Delta. Dosis kedua lebih efektif memberikan proteksi terhadap paparan varian Delta dibandingkan dosis pertama.

”Tetapi dosis pertama jauh lebih baik dibandingkan tanpa divaksinasi,” kata Gunadi seperti dilansir dari Antara.

Meski demikian, dia juga menyebut, varian Delta memiliki potensi menurunkan respons imun kendati pasien telah divaksinasi Covid-19 baik pertama maupun kedua.

”Setelah tiga bulan (vaksinasi kedua) beberapa pasien (antibodinya) betul-betul turun di bawah 40 konsentrasinya, sehingga ini dianggap implikasinya apakah perlu diberikan booster di kemudian hari,” ujar Gunadi.

Varian Delta, kata Gunadi, memiliki potensi menurunkan respons imun lebih tinggi dibandingkan SARS-CoV-2 varian alpha (B.1.1.7) yang pertama kali terdeteksi di Inggris, meski menyerupai varian beta atau B1351 untuk kemampuannya menurunkan respons imun.

Bagikan berita ini:
2
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar