Tolak PPN Sembako, Petani Milenial: Kami Kena Ampasnya

Rabu, 16 Juni 2021 18:24

Herman Sijaya

“Saya petani milenial menolak. Perlu ada kajian mendalam soal isu PPN. Harusnya yg naik itu barang yang punya nilai tinggi yang bukan menjadi bagian dari bagian kebutuhan pokok,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan, bahwa target pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sembako akan menyasar golongan sembako kelas premium atau high end, seperti daging wagyu dan beras shirataki dan basmati.

“Dua produk sembako premium asal Jepang itu akan menjadi objek pajak nantinya. Sebaliknya, sembako non premium tidak akan dikenakan PPN,” kata Sri saat rapat bersama Komisi XI DPR.

Sri menjelaskan, belakangan ini muncul fenomena produk-produk bahan pokok yang notabenenya premium, tetapi masuk kedalam kategori sembako. Contohnya beras dan daging sapi.

“Kita perlu tahu fenomena munculnya produk-produk yang very high end tapi namanya tetap sembako. Sama-sama beras namanya, sama-sama daging sapi, tapi ada sapi wagyu yang kobe yang per kilogramnya bisa Rp3 juta atau Rp5 juta,” terangnya.

Bagikan berita ini:
6
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar