Walau Guru Sudah Vaksin, IDI Tetap Minta Sekolah Tatap Muka Dipertimbangkan

Rabu, 16 Juni 2021 22:38

Ilustrasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar berharap pembukaan sekolah tatap muka harus dipertimbangankan secara matang. “Rencana pembukaan tatap muka per Juli 2021 bagi peserta didik, siapa yang mau bertanggung jawab jika anak-anak kena Covid-19 apalagi meninggal karena Covid,” ujar ketua IDI Kota Makassar, Dr dr Siswanto Wahab SpKK didampingi humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin SH MKes.

Idealnya, kata dia, guru dan peserta didik harus selesai divaksin baru boleh dikaji soal pembukaan tatap muka langsung. Jika belum, IDI Makassar tidak menyetujui kegiatan tatap muka digelar baik secara terbatas atau tidak terbatas.

Rangkaian Proses interaksi ke sekolah, lanjut Siswanto, sangat berpotensi besar menimbulkan penularan terhadap peserta didik mulai dari anak keluar sampai pulang ke rumah. Ada yang naik kendaraan umum, sampai di sekolah pasti ada fase Interaksi di antara siswa. Ini rawan jika peserta didik belum divaksin.

Logikanya orang dewasa saja kepatuhan terhadap protap kesehatan masih jauh dari harapan apalagi peserta didik yang masih pengen main, bercanda bersama teman. “Kita harus peka kepada semua ini,” ujar dokter Anto, sapaannya.

Lanjut anto Saran IDI Makassar agar pemerintah fokus nya pada pencegahan Pengendalian Covid-19 Dengan Perbanyak Testing Tracing Utk Mencegah dan Menurunkan yang Infeksi baik yang tidak bergejala maupun yang bergejala Berat dan Menurunkan Pasien Rawat Inap Baik Yang Bergejala Berat sampau yang Meninggal

Seluruh warga sekolah termasuk guru , peserta didik dan staf sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki risiko yang sama untuk tertular dan menularkan Covid-19 dipastikan sudah di vaksin , idealnya untuk Sulawesi selatan 1200-1300 setiap hari pemeriksaan swab/PCR diluar pemeriksaan penderita positif Covid-19 .

Setelah vaksin persoalan belum selesai sampai di situ sebab kita masuk kepada pendidikan disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan 3 M secara ketat baik memakai masker, menjaga jarak dengan menghindari kerumunan, mencuci tangan dari rumah hingga ke sekolah, termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril dengan memastikan aman dari penularan Covid-19.

Menurut Anto, ada tiga poin penting untuk perhatikan masa depan anak yakni hak anak hidup, hak anak sehat dan hak anak mendapatkan pendidikan. “Guru divaksin dan peserta didik tidak divaksin, pertanda Covid-19 takut sama anak anak? Tentu tidak, sebab dengan varian baru pertama adalah strain Alpha, strain Inggris yang pertama terdeteksi September 2020.

Kemudian, strain Beta dari Afrika Selatan dan strain Gamma dari Brasil. Strain Delta sendiri pertama kali teridentifikasi di India pada Oktober 2020.

Keempat strain tersebut telah terdaftar sebagai “variant of concern” atau varian yang mesti diperhatikan sebab WHO sudah memberi peringatan bahaya mutasi virus ini sehingga saat ini tidak usah liat zona tapi paling penting zona itu berbanding lurus dengan testing di masyarakat sehingga bisa dilakukan treatmen.

“Kasus Covid-19 kembali meninggi di beberapa daerah di Indonesia jangan sampai kita jumawa zona hijau. Tetapi hijau semangka, di luar kelihatan hijau tapi sebenarnya merah,” tandasnya. (rls)

Bagikan berita ini:
9
8
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar