Covid-19 Meningkat, Eri Cahyadi: Jangan Sampai Siswa dan Guru Terpapar Covid-19

Kamis, 17 Juni 2021 23:00

TEKAN PENYEBARAN COVID-19 : Ratusan santri Ponpes Modern Darussalam Gontor asal Semarang menjalani rapid test antigen di...

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — ’’Keselamatan warga yang paling utama. Ketika kebijakan (PTM) lebih banyak mudaratnya, kami akan tunda terlebih dahulu,’’ papar Wali Kota Eri Cahyadi.

Pernyataan tersebut disampaikan Eri setelah menelaah kondisi persebaran Covid-19 di Surabaya. Wajar saja, suami Rini Indriyani itu khawatir. Sebab, dari data yang dihimpun pemkot, selepas Lebaran, virus korona terus melonjak.

Dua hari yang lalu, jumlah pasien dalam perawatan di metropolis mencapai 171 orang. Laju pertambahan terus berjalan. Totalnya kini menjadi 190 orang. ’’Ini menjadi perhatian kami,’’ paparnya.

Sejumlah aktivitas yang hendak berjalan harus ditelaah. Salah satunya pembelajaran tatap muka (PTM). Pemkot berencana membuka kembali sekolah. Waktunya disesuaikan dengan tahun ajaran baru. Diperkirakan bulan depan.

Kebijakan itu disiapkan sejak akhir tahun lalu. Seluruh sekolah diminta melengkapi persyaratan. Misalnya, sarana-prasarana (sarpras), pengaturan jarak tempat duduk di dalam kelas, ventilasi di dalam kelas maksimal 10 persen, serta guru dan siswa harus mengenakan masker.

Selain itu, kesehatan guru menjadi pertimbangan utama. Pendidik harus dipastikan sudah mendapatkan dua kali suntik vaksin.

Asesmen telah berjalan. Sebanyak 300 sekolah mengajukan izin. Lembaga pendidikan juga sudah menghelat simulasi.

Namun, melihat kondisi persebaran Covid-19, pemkot mau tidak mau harus berpikir ulang. Kebijakan PTM mesti ditelaah lebih dalam. Tujuannya satu, jangan sampai timbul dampak lain. Yaitu, klaster sekolah.

Bagikan berita ini:
10
6
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar