Delapan Preman Tertunduk Malu di Markas Polisi, Kumpul Sumbangan Bangun Masjid, Eh Ternyata…

Kamis, 17 Juni 2021 13:32

Preman yang mengaku mengumpulkan uang untuk pembangunan masjid

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sebanyak delapan orang pemuda tertunduk malu di kantor polisi. Betapa tidak, mereka merupakan preman yang kerap meminta sumbangan, dengan modus untuk pembangunan masjid.

Tahu-tahunya, ternyata tidak. Uang yang ia kumpulkan dari hasil minta-minta di sejumlah jalan di Makassar, ternyata hanya untuk kebutuhan hidup mereka.

Entah apa yang ada di pikiran mereka. Demi biaya hidup, sejumlah nama masjid di Makassar ia ‘jual’ agar masyarakat percaya dan simpati dengan sumbangan palsunya itu.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, mengatakan, delapan preman ini ditangkap di sekitaran Jalan Urip Sumohardjo saat menggelar patroli rutin belum lama ini.

“Modusnya ada sebagai pengamen, pak ogah, dan meminta-minta sumbangan untuk pembangunan masjid di sejumlah lampu merah. Tapi ternyata uang hasilnya itu bukan untuk pembangunan masjid melainkan untuk kebutuhan yang lain,” kata Jamal di Mapolrestabes Makassar, Kamis (17/6/2021).

Pemuda itu masing-masing berinisial S (36), RE (23), Zu (25), Sa (25), Al (14), Te (12), R (14), dan A (29). Perwira polisi satu melati ini juga menjelaskan, para pemuda ini sementara dilakukan pemeriksaan di Mapolrestabes Makassar.

“Salah satunya karena tidak mempunyai pekerjaan, serta menutupi kebutuhannya sehari-hari, jadi membuat inisiatif meminta sumbangan pembangunan masjid,” tandasnya.

Tertangkapnya delapan preman ini juga sebagai tindaklanjut dari perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit, yang bermula terungkapnya aksi pungli di Tanjung Priok, Jakarta Utara belum lama ini.

Bagikan berita ini:
4
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar