Dermaga di Rammang-rammang Ambruk Gara-gara Rebutan Foto Sandi dan Atta, Praktisi: Bagus

Kamis, 17 Juni 2021 21:25

FOTO: ZAKI/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, bersama Youtuber Atta Halilintar ke desa wisata Rammang-rammang menjadi perhatian warga sekitar.

Sejumlah gadis remaja dan ibu-ibu tampak berebutan ingin berfoto dengan keduanya.

Namun, ada kejadian kecil mewarnai kedatangan rombongan Sandi tersebut.

Pada sesi sambutan, saat Sandiaga Uno memaparkan program dari Kemenparekraf, balok kayu penopang dermaga yang ditempati Sandi sempat ambruk, hal tersebut membuat sejumlah orang hampir terjatuh ke sungai.

Insiden ambruknya dermaga kayu tersebut sempat membuat sesi sambutan dan konferensi pers terhenti.

Sesi konferensi pers yang awalnya dikhususkan untuk para pewarta itu disusupi sejumlah remaja wanita dan ibu-ibu yang ingin mengantre foto bersama sang menteri.

Tak ayal, insiden patahnya balok kayu penopang dermaga itu membuat Sandi dan rombongan terkejut.

Tim pengamanan menteri langsung membawa Sandi ke lokasi yang aman, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Insiden kecil ini harus menjadi catatan penting baik dari pengelola dan pemerintah daerah. Termasuk pihak kementerian itu sendiri.

Seperti kata praktisi pariwisata Sulsel, Didi Leonardo Manaba. Ia menyebut kejadian itu harus menjadi perhatian semua pihak.

“Jadi perlu segera dibantu oleh kementerian. Bagus karena dilihat dengan mata kepalanya bahwa itu dermaga kalau kapasitas orang berdiri kalau dia ambruk langsung depan matanya, itu tidak bisa harus langsung di-action,” ujarnya.

Kendati demikian ia menyebut hal ini tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab infrastruktur yang ada sudah baik, namun membludaknya pengunjung karena datangnya menteri membuat kekuatan kayu dermaga tersebut tidak dapat menahan beban berlebih.

“Itu juga tidak perlu di besar-besarkan karena memang itu tadi kapasitasnya membludak, ini juga tidak bisa diantisipasi Tawwa,” lanjutnya.

“Sebenarnya kalau tidak over kapasitas tadi siap ji (infrastruktur). Tidak bisa juga dibuat modern karena kayu-kayu begitu lebih menarik supaya ada local wisdom,” pungkasnya. (zaki/fajar)

Bagikan berita ini:
10
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar