Satu Persatu DPC PDIP Dukung Puan Maharani, Kans Ganjar Pranowo Makin Tipis

Kamis, 17 Juni 2021 10:17

Ganjar Pranowo dan Puan Maharani

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dukungan kader PDIP yang mendorong Puan Maharani maju sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang terus bermunculan.

Kali ini, dukungan datang dari DPC PDIP Kota Pekanbaru, Riau. Keputusan itu diambil didasarkan pada rapat Pimpinan Anak Cabang (PAC) DPC PDIP se-Kota Pekanbaru, Rabu (16/6/2021).

Ketua DPC PDIP Pekanbaru, Robin P Hutagalung menjelaskan, rapat kerja PAC itu dilakukan pada 31 Mei lalu.

Selain melakukan konsolidasi, agendanya lainnya adalah membahas persiapan termasuk strategi pemenangan Pemilu 2024 mendatang.

“Nah, saat itu 15 PAC seragam menyampaikan untuk merekomendasikan Puan Maharani sebagai capres 2024,” ujarnya dikutip dari Antara.

Dukungan itu diberikan kepada Puan karena menilai putri Ketua Umum PDIP itu dinilai mumpuni untuk menjadi presiden.

Puan, sudah terbukti sukses dalam memimpin sebuah organisasi. Rekam jejak kepemimpinan Puan Maharani dapat dilihat saat menjadi pimpinan PDIP.

“Alasan yang disampaikan pada Rakercab tersebut karena pertama berdasarkan keorganisasian Puan menjadi Ketua DPP PDI P sudah tidak diragukan lagi,” ucapnya.

Puan juga pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dan dinilai sukses.

Saat ini, Puan Maharani adalah Ketua DPR RI.

“Dimana proses legislasi dan program-program di bawah kepemimpinan beliau juga berjalan dengan baik,” paparnya.

Ketua Komisi II DPRD Riau ini juga menilai, Puan memiliki banyak kesamaan dengan Megawati Soekarnoputri.

“Salah satunya dari sisi kepemimpinannya,” tandasnya.

Untuk diketahui, usulan dan dukungan kepada Puan Maharani sebagai capres PDIP di Pilpres 2024 terus bermunculan di berbagai daerah.

Di Jawa Timur misalnya yang banyak tersebar sejumlah baliho Puan Maharani. Baliho itu dipasang oleh para kader dan simpatisan PDIP di berbagai daerah di Jawa Timur.(pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
8
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar