Stok AS Turun, Harga Minyak Menguat

Kamis, 17 Juni 2021 09:11

ILUSTRASI.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Harga minyak menguat untuk sesi kelima berturut-turut, Rabu, hingga mendekati level USD75 per barel karena pengilangan Amerika menarik lebih banyak persediaan minyak mentah untuk meningkatkan aktivitas dan memenuhi permintaan yang pulih kembali.

Stok minyak mentah Amerika turun 7,4 juta barel dalam sepekan hingga 11 Juni, tutur Badan Informasi Energi, ketika pemanfaatan penyulingan naik menjadi 92,6 persen, level tertinggi sejak Januari 2020, sebelum pandemi melanda.

Penarikan persediaan lebih kuat dari ekspektasi, didorong juga oleh ekspor sebagai sinyal lain dari peningkatan permintaan di seluruh dunia.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik 40 sen, atau 0,5 persen, menjadi USD74,39 per barel, mencapai level tertinggi sejak April 2019, dan mencatat kenaikan lima hari berturut-turut, demikian dikutip dari laporan Reuters, di New York, Rabu (16/6) atau Kamis (17/6) pagi WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, bertambah 3 sen menjadi USD72,15 per barel, setelah menyentuh USD72,99 per barel, tingkat tertinggi sejak Oktober 2018.

“Dengan pengilangan mengolah lebih dari 16 juta barel per hari dan ekspor terus meningkat, akan sulit bagi persediaan untuk menghindari penarikan yang konsisten saat kita didorong ke puncak driving season musim panas,” kata Matthew Smith, Direktur ClipperData.

Bagikan berita ini:
7
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar