Cegah Covid-19 Meluas, Pemerintah Tiadakan Libur Hari Raya Natal 2021

Jumat, 18 Juni 2021 17:16

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menggeser hari libur nasional dan meniadakan libur cuti bersama. Adapun, yang digeser adalah Libur Nasional Tahun Baru Islam dan Maulid Nabi Muhammad SAW, sementara Libur Cuti Bersama Hari Raya Natal 2021 ditiadakan.

“Ada pergeseran hari libur nasional, khususnya hari libur peringatan tahun baru hijriyah, itu yang jatuh pada Selasa (10/8) jadi jatuh hari Rabu (11/8). Sama dengan libur peringatan maulid nabi, jatuh hari Selasa (19/10) dan digeser hari Rabu (20/10),” jelas Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam telekonferensi pers, Jumat (18/6).

Kata dia, keputusan yang diambil oleh pemerintah perlu dipahami sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Libur nasional ini juga hanya bergeser satu hari saja.

“Ini harus dipahami sebagai bagaimana pemerintah ini memahami psikologi dan kejiwaan umat beragama di Indonesia, khususnya umat Islam. Jadi meskipun pandemi masih ada di mana-mana, tetapi hari libur tetap diberikan sebagai bentuk penghargaan pemerintah kepada umat agama,” jelasnya.

“Demikian pula dengan peniadaan cuti bersama di tanggal 24 desember. Saya kira ini sejalan dengan keinginan kita semua untuk menjaga kesehatan dan keselamatan dari pandemi Covid-19,” tambah Gus Menteri, panggilan akrabnya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi langkah efektif dalam menurunkan kasus Covid-19 yang terus merebak atau merupakan klaster libur lebaran. “Ikhtiar pemerintah ini saya kira sejalan dengan upaya yang sudah dilakukan seperti vaksinasi dan terus mengkampanyekan protokol kesehatan,” tandasnya. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
10
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar