Cerita Amran Sulaiman Minta ‘Restu’ Sattar Taba

Jumat, 18 Juni 2021 15:37

Amran Sulaiman dan Sattar Taba

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Founder Tiran Grup Andi Amran Sulaiman meminta kepada seluruh karyawannya menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, utamanya soal leadership dari M Sattar Taba yang baru saja ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Tiran Grup.

Sattar Taba telah malang melintang menduduki jabatan tertinggi di berbagai perusahaan BUMN dan Persero. Pria kelahiran Makassar 66 tahun itu merupakan sosok leader bertangan dingin dan berpengalaman dalam memimpin perusahaan

Sattar Taba juga telah beberapa kali mendapat penghargaan sebagai CEO terbaik saat memimpin BUMN dan Persero.

Selain dikenal hebat dalam berbisnis, Sattar yang pernah menjabat Direktur Utama Semen Tonasa (Persero) selama 5 tahun itu juga seorang organisatoris dan berjaya membawa nama KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) secara nasional dan internasional.

“Saya yakin Pak Sattar bisa membawa kemajuan. Semua karyawan Tiran harus belajar dengan pak Sattar. Ambil ilmunya agar muncul regenerasi,” seru Amran di hadapan para pegawainya di AAS Building Makassar, Kamis (17/6/2021).

Diceritakan Amran bahwa ia telah lama mengenal sosok Sattar Taba. Kala itu saat Amran ingin memulai bisnis distributor semen, ia ingin sekali bertemu Sattar yang saat itu telah menjabat Dirut Semen Tonasa.

Guna memuluskan niatnya itu, Amran pun mencoba menemui Sattar, meski tidak mudah tapi Amran pantang menyerah. Berbulan-berbulan ia mengupayakan itu tapi selalu gagal.

Suatu ketika, mantan Menteri Pertanian itu mendapat bocoran bahwa Sattar akan ke Jakarta. Siasat cerdas Amran yang berupaya menemui Sattar pun tiba-tiba muncul.

“Saya beli tiket pesawat yang sama dengan ditumpangi Pak Sattar. Singkat cerita kami ini satu pesawat. Kebetulan Pak Sattar duduk di kelas Bisnis, saya di ekonomi. Pak Sattar duduk bersebelahan dengan seorang biksu. Saya minta tolong ke biksu itu untuk bisa duduk bersebelahan dengan Pak Sattar,” kisah Amran.

Biksu tersebut pun mengiyakan dengan segala lobi-lobi cerdik yang dilancarkan Amran. Duduk lah ia persis di sebelah Sattar. Momen yang telah dinantinya selama berbulan-bulan.

Amran lalu menyapa sosok yang ramah dan murah senyum itu. Amran mengutarakan niatnya bahwa telah lama ia ingin menemuinya.

“Pak Sattar tanya mau kemana. Saya jawab mau ketemu bapak. Ditanya lagi, Jakartanya dimana. Saya jawab lagi mau ketemu bapak,” kenangnya.

Amran kemudian to the poin bahwa dirinya ingin menjadi distributor semen. Tapi modalnya pas-pasan. Sattar pun mulai ragu.

Namun Amran terus meyakinkan Sattar bahwa jika hanya orang berduit yang bisa jadi pebisnis, lalu bagaimana dengan anak bangsa lainnya yang tidak punya duit ingin memulai bisnis.

“Mendarat di Jakarta, Pak Sattar ajak saya naik (mobil) Mercy beliau. Saya bilang, mau kembali lagi ke Makassar. Karena kan niat saya hanya naik pesawat agar bisa ketemu Pak Sattar. Besoknya saya ditelepon sekertarisnya dan dikasih jalan untuk bisa jadi distributor,” kata Amran lega.

Amran mengatakan, sosok Sattar yang tegas dan tenang dalam memimpin menjadi nilai tambah bagi pengembangan perusahaan Tiran Grup. Sepak terjangnya dalam memimpin PT KBN Persero dan PT. Semen Tonasa di masa yang lalu sangat diperhitungkan.

Terpilihnya Sattar Taba menakhodai Tiran Grup, tokoh yang telah berpengalaman menjadi direksi selama puluhan tahun akan memberi lebih banyak ruang gerak bagi Andi Amran Sulaiman untuk fokus pada target-target visi yang lain.

Dengan sistem kerja Tiran Grup yang sudah bisa berjalan secara otomatis, maka AAS memiliki ruang pengabdian yang lebih luas, bukan hanya bagi grup perusahaannya tetapi juga bagi kemandirian dan kedaulatan bangsa ini.

“Konsentrasi Tiran Grup ke depannya adalah membangun smelter yang berorientasi pada pengelolaan sumber daya alam indonesia yang hasilnya akan dinikmati oleh negara, sehingga Tiran Grup akan menjadi contoh pelaku percepatan investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Amran. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
10
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar