DPRD Makassar “Makan Besar” Anggarkan Konsumsi Rp22 M

Jumat, 18 Juni 2021 11:56

Grafis/FAJAR

Seharusnya, kata dia, DPRD Makassar mendukung refocusing anggaran yang bisa dikurangi untuk penanganan Covid-19. Biaya makan dan minum rapat salah satunya.

Pasalnya, di tengah masa pandemi, diinstruksikan kegiatan kebanyakan dilakukan secara virtual alias tidak tatap muka. Sehingga anggaran makan dan minum tidak besar.

“DPRD harus memberikan contoh. Minimalisir anggaran yang bisa dikurangi untuk penanganan Covid-19,” sarannya.

Peneliti senior Lembaga Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia Herman menilai anggaran makan dan minum rapat DPRD Makassar sangat besar. Dengan anggaran sebesar itu, DPRD Makassar seolah-olah hendak makan besar.

Anggaran besar tersebut dinilai tidak mencerminkan kepekaan mereka terhadap masyarakat miskin di tengah pandemi Covid-19. Padahal, banyak warga yang butuh bantuan ekonomi.

Pertanyaan utamanya adalah apakah pada masa pandemi Covid-19 ini tetap banyak dilakukan rapat secara besar-besaran yang menghadirkan banyak orang?

Padahal, imbauan pemerintah adalah mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang untuk tatap muka langsung.Semuanya diupayakan dilakukan virtual sehingga seharusnya anggaran makan dan minum juga idealnya ikut berkurang.

Bagikan berita ini:
4
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar