Irjen Fadil Imran Ungkap Bisnis Preman dan Pungli di Tanjung Priok, Nilainya Wow!

Jumat, 18 Juni 2021 09:05

Irjen Pol Fadil Imran

Setelah membayar, mereka akan memberikan tanda tertentu dengan stiker khusus.

Kendaraan tersebut juga akan dibantu untuk proses bongkar muat barang di area pelabuhan.

“Bayangkan, kalau satu perusahaan memiliki 10 truk kontainer, berarti dia harus menyetorkan uang Rp500 ribu sampai Rp1 juta,” tutur Fadil.

Sementara itu, di wilayah Jabodetabek jumlah perusahaan penyedia jasa kontainer jumlahnya ratusan.

Sehingga perputaran uang diperkirakan cukup besar.

Fadil menyatakan, tim penyelidik juga mendapatkan fakta bahwa ada korelasi antara gangguan yang dialami di jalan oleh supir truk dengan setoran yang diberikan.

“Itulah korelasi. Antara stiker, setoran, tindakan pungli dan premanisme yang terjadi,” ujarnya.

Tidak Semua Dipenjara

Terpisah, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyatakan, kepada preman dan pelaku pungli yang hanya ikut-ikutan akan dilalukan pembinaan saja.

Namun, perlakuan berbeda akan dilakukan kepada mereka yang menjadi ketua atau simpul dalam tindak premanisme atau pungli.

“Kita akan lihat peran masing-masing, simpul-simpul yang punya peran penting akan menjadi prioritas penyidik,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
3
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar