Irjen Fadil Imran Ungkap Bisnis Preman dan Pungli di Tanjung Priok, Nilainya Wow!

Jumat, 18 Juni 2021 09:05

Irjen Pol Fadil Imran

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, ada dua kelompok besar preman di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kelompok pertama, beroperasi di dalam wilayah pelayanan pelabuhan.

“Mereka ada di wilayah pelabuhan maupun di luar wilayah pelabuhan yang kita kenal dengan nama depo atau tempat penimbunan sementara,” ungkap Fadil, Kamis (17/6/2021).

Kelompok ini terdiri dari 49 orang. Mereka biasa memungut uang di setiap pintu perlintasan.

Kepada setiap sopir truk, mereka meminta uang mulai dari Rp2 ribu sampai Rp20 ribu.

Kelompok kedua, melakukan pencegatan di luar wilayah pelabuhan. Dari kelompok ini ditangkap 24 orang.

Mereka berdalih menarik uang untuk mengamankan para supir yang memasuki area pelabuhan.

“Sejatinya (pelaku) melakukan pemerasan kepada perusahaan angkutan kontainer dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok,” beber Fadil dilansir dari JawaPos.com.

Kelompok ini biasanya langsung meminta uang pembayaran tidak harian, tapi per bulan.

Untuk setiap unit truk, diminta dari Rp50 ribu sampai Rp100 ribu.

Setelah membayar, mereka akan memberikan tanda tertentu dengan stiker khusus.

Kendaraan tersebut juga akan dibantu untuk proses bongkar muat barang di area pelabuhan.

“Bayangkan, kalau satu perusahaan memiliki 10 truk kontainer, berarti dia harus menyetorkan uang Rp500 ribu sampai Rp1 juta,” tutur Fadil.

Sementara itu, di wilayah Jabodetabek jumlah perusahaan penyedia jasa kontainer jumlahnya ratusan.

Sehingga perputaran uang diperkirakan cukup besar.

Fadil menyatakan, tim penyelidik juga mendapatkan fakta bahwa ada korelasi antara gangguan yang dialami di jalan oleh supir truk dengan setoran yang diberikan.

“Itulah korelasi. Antara stiker, setoran, tindakan pungli dan premanisme yang terjadi,” ujarnya.

Tidak Semua Dipenjara

Terpisah, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyatakan, kepada preman dan pelaku pungli yang hanya ikut-ikutan akan dilalukan pembinaan saja.

Namun, perlakuan berbeda akan dilakukan kepada mereka yang menjadi ketua atau simpul dalam tindak premanisme atau pungli.

“Kita akan lihat peran masing-masing, simpul-simpul yang punya peran penting akan menjadi prioritas penyidik,” ujarnya.

“Kalau ikut-ikutan, lebih baik dibina,” sambungnya.

Ia menjelaskan, tidak bisa menjebloskan semua pelaku premanisme dan pungli ke dalam penjara.

Itu mengingat kapasitas penjara dan potensi persoalan baru di kemudian hari.

“Kapasitas ruang tahanan dan lapas, lama-lama overload,” terangnya.

Dalam masalah ini, sambung Agus, pihaknya tidak bisa memandang dan menilai dari satu sisi saja.

“Kita harus melihat masalah secara holistik, sehingga tidak timbul masalah baru dan ekses baru penyertanya,” tandasnya.

Jakarta Paling Sedikit

Sebelumnya, Mabes Polri menyatakan, hanya dalam empat hari sejak 11 hingga 14 Juni 2021, 3.283 preman dan pelaku pungli ditangkap polisi dari 1.368 lokasi.

Anehnya, Polda Metro Jaya menjadi yang paling sedikit menangkap preman dan pelaku pungli, yakni 282 orang.

“Premanisme 137 orang, 13 sidik dan 124 pembinaan. Pungli 145 orang, 16 sidik dan 129 pembinaan,” ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Rabu (16/6/2021).

Terbanyak justru Polda Jawa Tengah yang menangkap 922 orang dengan empat dilanjutkan penyidikan sedang sisanya pembinaan.

“Rinciannya, premanisme 449 orang, pungli 473 orang,” sambungnya.

Disusul Polda Jawa Barat yang menangkap 894 orang dengan rincian Premanisme 348 orang.

“168 sidik dan 180 pembinaan, pungli 546 orang, 92 sidik dan 454 pembinaan,” bebernya.

Kemudian Polda Sumatera Utara dengan 696 orang ditangkap.

“Premanisme 20 orang, 8 sidik dan 12 pembinaan. Pungli 676 orang, 20 sidik dan 656 pembinaan,” sambung Ramdhan.

Selanjutnya, Polda Banten menindak 643 pelaku premanisme yang semuanya dilakukan pembinaan tanpa ada yang lanjut ke proses penyidikan.

Sementara Polda Jawa Timur menangkap 386 orang dengan 210 terkait premanisme. 73 lanjut ke penyidikan dan 137 dilakukan pembinaan.

“Pungli 176 orang, 28 sidik dan 148 pembinaan,” terangnya. (ruh/pojoksatu)

Bagikan berita ini:
10
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar