Kesetaraan Gender dalam Perspektif Budaya Lokal

Jumat, 18 Juni 2021 23:00

IST

Pandangan dari Prof. Nurhayati Rahman, M.Si. disambut baik dan ditambahkan oleh Aflina yang akrab disapa Kak Pino sebagai aktivis perempuan. Aflina banyak berbicara tentang kekeliruan yang berkembang terkait perbedaan seks dan pembagian gender yang hadir ditengah masyarakat. Serta, situasi krisis gender dan pemaknaan fasilitas publik yang kurang aksesibel.

“Sebenarnya seks, orientasi seksual, ekspresi gender dan ragam seks saling berkolesi dalam bentuk ketidakadilan gender dengan akar penindasan yaitu patiarki. Terlebih lagi peradaban Bugis terkait dengan ragam gender yaitu pria (orane), wanita (makunrai) calalai, calabai dan bissu. Situasi kritis gender saat ini yaitu pemaknaan ruang publik di dunia nyata dan dunia maya, berkaitan dengan akses perempuan dalam mewujudkan keadilan gender dan mengekspresikan representasi politiknya”, ungkapan yang apik dan komprehensif dari Aflina.

Ruang Publik Edisi #1 semakin menarik ketika Andi Ina Kartika selaku Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2019-2024 yang bergabung kedalam aplikasi zoom meeting melalui Studio di Kantor Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP). Ina Kartika hadir memberikan gambaran terkait aktivis dan motivasi Ina Kartika dalam menjalankan sebagai sosok pemimpin perempuan dan perwakilan masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan.

Bagikan berita ini:
9
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar