PKB Makassar Kewalahan Garap Basis NU, Pilih Gaet Kalangan Milenial

Jumat, 18 Juni 2021 21:42

Fauzi Andi Wawo

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Makassar krisis basis Nahdatul Ulama (NU). Mereka pesimis dengan metode keumatan. Sebagai gantinya, kalangan milenial akan masif digaet.

Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB kota Makassar, Fauzi Andi Wawo. Menurutnya, jalur keumatan dengan nama besar Nahdatul Ulama (NU) sangat sulit ditempuh.

Untuk Sulawesi Selatan, kata Fauzi, basis NU sudah bergeser ke partai lain. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golongan Karya (Golkar) jadi gerbong suara NU.

Padahal, awalnya partai yang paling identik dengan basis NU adalah PKB. Itu terbukti di Pulau Jawa dan sekitarnya. Sementara untuk di Sulawesi, ada rentetan generasi yang terputus.

“Di Sulsel, apalagi Makassar, kita sangat susah. Basis NU masuk ke sini memang lewat PPP dan Golkar. Padahal kan di Jawa tidak. Di sana, ketika orang bicara NU, partainya pasti PKB,” ujarnya, Jumat (18/6/2021).

Legislator DPRD Sulsel itu mengaku kesulitan mengembalikan marwah NU ke tubuh PKB. Memang masih ada, tapi jumlahnya sangat sedikit. Hal ini yang membuat pengurus PKB Makassar harus memutar otak dalam kerja-kerja elektoral.

“Setengah mati kalau kita mau pakai itu (basis NU). Makanya dalam kerja-kerja elektoral, kami memilih jalan yang lain. Kami juga tidak mau tabrak tembok,” jelasnya.

Salah satu upaya yang digunakan untuk menjaga elektoral partai adalah menggaet komunitas-komunitas kalangan milenial. Bagi Fauzi, hal itu dianggap lebih mudah karena basic kegemarannya memang berangkat dari komunitas musik.

“Kalau untuk saya pribadi, tentu itu lebih mudah. Karena kan sejak SMA dulu saya suka main musik sama teman-teman. Main lintas komunitas juga. Aksesnya lebih enak,” akunya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
1
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar