Struktur Pengurus Golkar Makassar Belum Rampung, Berpotensi Hambat Kerja Elektoral

Jumat, 18 Juni 2021 17:39

Munafri Arifuddin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Struktur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Makassar bakal rampung dalam waktu dekat. Target penyelesaiannya sebelum bulan Juli.

Anggota formatur Golkar Makassar, Irianto Ahmad mengaku, para formatur masih mengkaji lebih dalam usulan nama yang masuk.

“Kami para formatur sudah rapat. Kami masih mendalami usulan nama yang masuk, supaya kita tidak salah langkah dalam menentukan struktur kepengurusan,” kata Irianto saat dikonfirmasi, Jumat (18/6/2021).

Irianto menyampaikan, proses ini dilakukan secara ketat. Setelah itu, mereka akan menyerahkan usulan ke DPD I untuk disahkan.

“Kita usahakan dalam waktu dekat. Bulan ini kita akan serahkan ke DPD I, kemudian mereka yang berwenang untuk mengesahkan dalam bentuk SK,” bebernya.

Terkait usulan nama yang bakal masuk struktur kepengurusan, Irianto masih enggan membeberkan. Tetapi ia juga tidak menampik ingin bergabung dalam kepengurusan DPD II Golkar Makassar untuk periode 2021-2026.

“Kalau saya, selama itu perintah partai, tentu tidak ada alasan untuk menolak. Harus dijalankan dengan maksimal dan sesuai dengan kode etik partai,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin (Appi) menyebut masih membutuhkan waktu untuk menentukan struktur kepengurusan yang akan membantunya.

Jabatan vital seperti sekretaris dan ketua harian pun kini jadi rebutan kader untuk tampil bersama Appi memimpin Golkar Makassar lima tahun ke depan.

Diakui Appi, untuk posisi sekretaris memang sangat penting dalam sebuah organisasi, karena itu ia tampak cukup dilema terkait siapa yang akan ditunjuk.

Lanjut Appi, sejauh ini sudah ada tiga nama yang dibidiknya untuk menempati posisi sekertaris, hanya saja ia masih enggan menyebutkan nama ketiganya.

Meski belum mau menyebutkan nama, tiga nama santer dikabarkan tepat untuk mengisi posisi sekretaris DPD II Golkar Makassar.

Mereka adalah eks Plt Ketua Golkar Makassar Irianto Ahmad, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Andi Nurhaldin, dan mantan ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD II Golkar Makassar Usman Sofyan.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Sukri Tamma mengatakan, lamanya penyelesaian struktur kepengurusan bisa berdampak pada pekerjaan elektoral partai.

Sebab, kata Sukri, dalam konteks institusi, kepengurusan merupakan salah satu faktor penting yang dapat mendorong optimalisasi kerja organisasi, termasuk dalam meraih tujuan-tujuannya.

“Kalau Golkar belum merampungkan struktur kepengurusannya di Makassar, tentu saja akan ada fungsi-fungsi kerja kepengurusan partai yang tidak akan bekerja secara maksimal,” jelas Sukri.

Dengan demikian, lanjut Sukri, sebagai sebuah sistem kerja, jika ada satu bagian yang tidak dapat maksimal, tentu hal ini sangat mempengaruhi bagian-bagian lain. Pada akhirnya akan mempengaruhi target-target partai, apalagi target yang diberikan cukup besar.

“Sebaiknya kepengurusan partai Golkar dengan target yang begitu besar dan waktu kerja yang agak mepet menuju ke tahun 2024, maka tentu hal ini berpotensi akan menimbulkan masalah dalam memaksimalkan kinerja partai,” jelasnya.

Sementara terkait posisi sekretaris yang kabarnya bakal diisi oleh Usman Sofian, hal itu dianggap sebagai keuntungan tersendiri, khususnya lebih kuat dalam basis Nahdatul Ulama.

“Jika itu dilakukan maka tentu yang diharapkan adalah segmen NU dan isu-isu keagamaan dapat untuk dimaksimalkan,” tutup Sukri. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
7
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar