Sulawesi Selatan Provinsi Ketujuh dengan Jumlah Merchant QRIS Terbanyak

Jumat, 18 Juni 2021 19:55

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia semakin masif menyosialisasikan sistem pembayaran secara non-tunai alias digital. Terlebih dalam masa pandemi, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lebih disarankan sebagai metode pembayaran.

Di tengah mewabahnya virus Covid-19, pengembangan ekonomi dan keuangan digital dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi Indonesia. Selain itu, ekosistem ekonomi keuangan digital yang mumpuni mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inklusivitas.

Dengan meningkatnya penggunaan infrastruktur digital oleh masyarakat, maka momentum ini harus dioptimalkan melalui upaya bersama untuk mempercepat transformasi digital di berbagai aspek.

Direktur BI Sulsel Endang Kurnia menyampaikan, potensi utama Sulawesi Selatan dalam ekonomi dan keuangan digital diantaranya posisi urutan ke-8 sebagai Provinsi dengan pengguna internet terbanyak.

“Yaitu sebanyak 5,8 juta orang (65% dari total populasinya) pada tahun 2020 dan memiliki kontribusi terbesar untuk transaksi E-Commerce di Kawasan Timur Indonesia dengan pangsa 15,7% pada tahun 2020,” jelas Endang Kurnia kepada fajar.co.id, di Kantor BI Sulsel, Makassar, Kamis (17/6/2021).

Disebutkan, penetrasi penggunaan QRIS di Sulawesi Selatan sangat masif, dimana per Maret 2021, Sulawesi Selatan merupakan provinsi ketujuh dengan jumlah merchant QRIS terbanyak, yaitu mencapai 201.182 merchant yang telah menggunakan QRIS.

Sehingga Sulsel memiliki pertumbuhan sebesar 163,5% (yoy) di atas pertumbuhan nasional (115,1%, yoy).

“Kedepan, pengembangan ekonomi dan keuangan digital di Sulawesi Selatan diharapkan dapat berkembang secara masif dan melibatkan seluruh kalangan masyarakat,” katanya.

Bagikan berita ini:
9
5
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar