Anna Serafine Awang Nakhoda Baru AMA Makassar, Siap Bertransformasi di Era Disruptif

Sabtu, 19 Juni 2021 14:41

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Cabang Makassar menggelar musyawarah cabang di Uncle Bill Restorant, Jalan Tanjung Bunga, Makassar, Sabtu (19/6/2021).

Agenda utamanya adalah pemilihan ketua baru AMA Makassar periode 2021-2025. Muscab kali ini mengusung tema ‘Eksistensi dan Transformasi AMA Makassar di era Disruptif’.

Retty Kho, Ketua AMA Makassar periode 2017-2021 mengatakan syarat utama menjadi Ketua AMA adalah sosok yang telah mengenal baik organisasi tersebut. Kemudian diharuskan punya pengetahuan yang luas tentang organisasi, punya bisnis atau bukan pegawai, berintegritas, dan mencintai pelayanan.

“Minimal punya jabatan manajer di usaha tersebut dan pelaku bisnis,” kata Retty.

Menurut Retty, AMA Makassar memerlukan pemimpin baru, muda dan fresh. Regenerasi di AMA berjalan dengan baik.

“Jika dipimpin orang baru berarti AMA ada penyegaran dan perubahan. Karena ide orang baru akan lebih dan lebih. Perubahannya akan dahsyat. Mulai cara berpikir karena lebih muda. Saya berharap AMA punya ketua baru,” bebernya.

Dalam Muscab tersebut, terdapat dua kandidat calon ketua yang didorong melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Makassar. Diantaranya Anna Serafine Awang (Sekjen AMA Makassar) dan Andrew Nugraha (Anggota AMA).

Pada akhirnya Anna Serafine Awang resmi ditunjuk sebagai Ketua AMA periode 2021-2025. Pebisnis daging beku tersebut meraih suara oleh mayoritas anggota AMA atau aklamasi.

Mendapat amanah tersebut, Anna berkomitmen akan melanjutkan program-program yang sudah dilakukan oleh ketua sebelumnya. Dan berupaya menyempurnakan menjadi lebih baik lagi.

“Karena sekarang ini kita menghadapi era disruptif. Sehingga kedepan kita harus bertransformasi, tidak hanya menjalankan tapi harus menyesuaikan kondisi,” tutur Anna.

Ada tiga visi misi yang akan diwujudkan Anna. Pertama dirinya akan fokus pada SDM. Yakni membangun sinergitas, kekompakan dan tim work yang kuat dan tangguh.

“Kita harus punya kesamaan visi misi membawa AMA lebih besar, khusunya yang menyangkut masyarakat manajemen,” ungkapnya.

Kedua program kegiatan. Hal ini dianggap penting dengan melakukan program yang tentunya seperti visi misi AMA yakni membuat kegiatan yang meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggota.

“Kegiatan yang bisa mempererat hubungan persaudaraan,” lanjutnya.

Ketiga yang tak kalah penting adalah anggaran organisasi. Karena tanpa anggaran tentu kegiatan tidak akan jalan sesuai visi misi.

“Ini juga perlu dimana kita harus memikirkan sumber pendanaan yang ada dan akan dipertanggungjawabkan,” pungkas Anna. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
2
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar