Edy Rahmat Beber Oknum BPK Terima Sejumlah Uang, Diduga Jual Beli LHP

Sabtu, 19 Juni 2021 19:39

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Publik telah dikejutkan oleh pengakuan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel non aktif, Edy Rahmat, atas pemberian uang sebesar Rp330 juta kepada salah seorang oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang bernama Nilam.

Pengamat Tata Keuangan Negara Universitas Patria Artha (UPA), Bastian Lubis mengatakan, jika yang dikatakan Edy Rahmat betul adanya, oknum-oknum di dalam BPK bisa saja melakukan transaksi jual beli Laporan Hasil Pengawasan (LHP).

Ia menduga, pemberian sejumlah uang itu untuk menghapus atau memperkecil temuan-temuan BPK agar tak diinput dalam LHP.

“Itu kelihatannya kalau bicaranya kemarin Pak Edy di persidangan itu salah satu penghapusan diduga menghapus temuan atau memperkecil nilai temuan oleh oknum auditor sehingga tidak diangkat masuk dalam laporan,” ujarnya, Sabtu, (19/6/2021).

Lebih lanjut, Rektor UPA ini menjelaskan, yang disebutkan Edy bisa saja hanyalah salah satu dari sekian banyaknya pemberian sejumlah uang selama ini. Ia ambil contoh pada kasus adanya ketekoran kas pada 2019 lalu, ia mengekspos pada Juni 2020 atas ketekoran kas yang cukup besar tersebut. Namun, pada kenyataannya Pemprov tetap dapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di tahun 2020.

“Temuan itu akan hilang pada waktu selesai pemeriksaan sebelum jadi laporan. Itu diminta untuk tanggapan objek yang diperiksa. Nah disitulah terjadi ruang negosiasi. Ruang negosiasi itu luas. Kita ambil contoh aja beberapa kasus yang besar itu kan kita lihat temuan ala kadarnya aja,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
9
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar