Kinerja Perseroda Disorot, Retribusi Parkir Jadi Temuan BPK

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Kinerja PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) mendapat sorotan. Terutama soal pengelolaan parkir yang dilakukan di beberapa aset milik Pemprov Sulsel.

Bahkan retribusi parkir telah lama menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Plt Kepala Inspektorat Sulsel, Sulkaf S Latief mengatakan, memang selama ini untuk pengelolaan parkir, pemprov telah bekerja sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda).

Akan tetapi, kerjasama itu kemudian macet di tengah jalan. Pasalnya, kata Sulkaf, sejak kerjasama ditandatangani oleh Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, hingga saat ini belum ada pendapatan sama sekali yang didapatkan.

"Temuannya mengatakan bahwa aset itu harus bernilai masing-masing di penggunanya. Masing-masing petunjuknya begitu, ditunggu juga begitu tidak ada uangnya. Masing-masing memutuskan kemudian mencari mitra yang lebih menguntungkan. Kelola sendiri," katanya, Sabtu, (19/6/2021).

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Malik sebagai pengelola aset area parkir di CCC mengungkapkan, awalnya itu kerjasamanya dengan koperasi di Dinas Koperasi.

Cuman pendapatannya terbilang cukup rendah yakni sekitar Rp50 juta per tahun karena manajemen lapangannya kurang baik, masih banyak preman parkir yang masuk.

Karena itu kata dia, tahun 2019 ia mencoba bekerjasama dengan pihak The Rinra sampai Maret 2020. Pendapatannya naik enam kali lipat yakni sebesar Rp300 juta per tahun.

Dalam kerja sama dengan pihak The Rinra kata dia, ketika masuk tahun 2020 pendapatan parkir ditarget Rp25 juta per bulan. Bahkan, di akhir bulan kerjasama dengan The Rinra yakni bulan Maret ia kembali naikkan menjadi Rp33,5 juta. Sehingga dalam 3 bulan selama tahun 2020 pendapatan parkir mencapai Rp100 juta.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan