Lanjutkan Perjuangan Ulama, Yayasan Pendidikan Islam Tertua di Makassar Gagas Rumah Gurutta

Sabtu, 19 Juni 2021 21:08

Launching Rumah Gurutta, di Wiz Prime Hotel, Jalan Jendral Sudirman, Sabtu, 19 Juni. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Yayasan DDI Galesong Baru resmi melaunching lembaga Rumah Gurutta. Lembaga ini akan bergerak di bidang sosial keummatan.

Beberapa rencana kegiatan kedepannya, diantaranya adalah celengan Coin DDI yang akan membiayai rumah tahfidz, penyediaan perlengkapan jenazah, peduli bencana, renovasi madrasah hingga beasiswa untuk siswa berprestasi.

Pembina Rumah Gurutta, Ahmad Taslim mengaku, lewat program ini, ia ingin meneruskan perjuangan para ulama terdahulu yang telah menebar banyak kebaikan demi keselamatan ummat.

Ia berharap, DDI Galesong Baru dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat luas di Sulawesi Selatan.

“Kita harap dengan hadirnya program ini, bisa bermanfaat dan membantu pemerintah di bidang sosial dan keagamaan untuk masyarakat,” ucapnya, Sabtu (19/6/2021).

Sementara itu, Ketua Rumah Gurutta, Haris Rahman mengaku bahagia, DDI Galesong Baru bisa memperluas perjuangannya tidak hanya pada pengembangan pendidikan, tetapi juga sosial keummatan.

“Kalau dulu DDI ini dikenal sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang banyak melahirkan ulama maupun tokoh di Sulawesi Selatan. Sekarang, melalui Rumah Gurutta, DDI Galeson Baru memperluas geraknya dalam membantu terhadap sesama,” turur Haris.

Yayasan DDI Galesong Baru memang dikenal sebagai salah satu yayasan pendidikan agama Islam tertua di Kota Makassar. Ada banyak ulama-ulama besar Sulawesi Selatan yang dilahirkan dari yayasan ini.

Berawal dari rumah mengaji dengan sistem halaqa (duduk) yang dididirkan pada tahun 1950 oleh Anre Gurutta H. Abd. Rahman Matammeng, murid langsung Anre Gurutta H. Ambo Dalle (Pendiri DDI). Yayasan ini kemudian berevolusi menjadi sebuah madrasah atau sekolah yang sudah memiliki tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah.

Bagikan berita ini:
6
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar