Pelabuhan Untia Kurang Diminati

Sabtu, 19 Juni 2021 11:40

Menteri Kelautan dan Perikanan /IDHAM AMA

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Pembangunan Pelabuhan Perikanan Untia telah menghabiskan anggaran Rp200 miliar. Sayang, pelabuhan seluas 5,4 hektare ini masih sepi.

Tidak maksimalnya keberadaan PPN Untia akibat kurang diminati oleh nelayan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun meminta nelayan di Pelabuhan Paotere memindahkan aktivitas bongkar muat hasil tangkapannya ke PPN Untia.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan kunjungan kerja ke PPN Untia, Jumat, 18 Juni, menanyakan langsung ke nelayan terkait kebutuhan dan kekurangan PPN Untia. Dia juga mempertanyakan fasilitas yang dapat diberikan oleh kementerian agar para nelayan mau pindah dari Paotere.

Dominan nelayan meminta agar dibuatkan breakwater atau pemecah ombak. Keberadaan pemecah ombak ini penting, agar kapal lebih stabil saat hendak sandar. Nelayan mengeluhkan kondisi kapal yang terlalu goyang saat sandar, karena dermaganya dangkal.

Menteri Sakti Trenggono sangat berkeinginan ada pelabuhan perikanan yang cukup besar di Sulsel. Salah satunya Untia. Pelabuhan ini berada di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 713 meliputi perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores dan Laut Bali.

Selain itu, pelabuhan yang mulai dikerjakan pembangunannya sejak 2005 dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir 2016, berada di lokasi yang sangat strategis. Posisinya di Kota Makassar yang dekat pelabuhan umum dan bandara, serta sentra pemasaran dan distribusi ikan.

Bagikan berita ini:
2
5
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar