Penasehat Hukum Anggu Tuding Edy Rahmat Dalang Kasus Gratifikasi

Sabtu, 19 Juni 2021 09:10

Penasehat Hukum Anggu Tuding Edy Rahmat Dalang Kasus Gratifikasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Penasehat hukum terdakwa Agung Sucipto (AS) menuding Sekretaris Dinas (Sekdis) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Edy Rahmat sebagai dalang dari kasus dugaan suap infrastruktur yang menyeret Gubernur Sulsel non-aktif, Nurdin Abdullah. 

Penasehat hukum Agung Sucipto (Anggu), Bambang Hartono menilai dalang di balik kasus suap yang menyeret kliennya dan Gubernur Sulsel Non-aktif adalah Sekdis PUTR Sulsel Edy Rahmat. 

Ia mengutarakan, sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Edy Rahmat, tidak ada satupun percakapan yang mengindikasi dengan Nurdin Abdullah (NA). Bahkan, uang Rp2,5 miliar itu diterima tanpa sepengetahuan NA. 

“Uang Rp2,5 miliar itu tidak disampaikan kepada Nurdin Abdullah. Boleh saya kasi BAP-nya kalau tidak percaya,” ungkapnya. 

Apalagi, dari kesaksian Nurdin Abdullah pekan lalu Kamis, 10 Juni, Nurdin mengaku sama sekali tidak tahu-menahu perihal pertemuan antara Edy Rahmat dan Agung Sucipto di Rumah Makan (RM) Nelayan dan uang senilai Rp2,5 miliar. 

“Pak Gubernur saat jadi saksi sudah bersumpah bahwa dia (NA) tidak pernah menyuruh Edy Rahmat untuk meminta uang tersebut. Saya bukan pengacara Pak Gubernur tetapi kita mencari suatu kebenaran,” jelasnya. 

Menurutnya, Edy Rahmat telah melampaui kewenangannya sebagai Sekdis PUTR Sulsel. “Betul, jika Edy adalah dalang dari kasus ini. Dia dekat dengan Pak Anggung untuk keuntungan pribadi dan dia terima uang juga banyak tuh dari kontraktor lain,” tambahnya. 

Bagikan berita ini:
7
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar