Prof Zubairi Sarankan Lockdown, Warganet: Tidak Akan Ada, Karena Presiden Alergi Istilah Itu

Sabtu, 19 Juni 2021 10:41

Prof. Zubairi Djoerban

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 beberapa hari terakhir menjadi keprihatinan Kepala Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (Kasatgas IDI), Prof. dr Zubairi Djoerban.

Dirinya bahkan mengingatkan kembali pemerintah untuk melakukan karantina wilayah secara menyeluruh dan ketat alias lockdown.

“Saya kembali ulangi saran saya: lockdown,” kata Prof Zubairi dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya.

Penegasan itu disampaikan menanggapi pemberitaan soal Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang bicara soal kemungkinan lockdown.

Menurut Zubairi Djoerban, semua liburan dan perjalanan tidak penting harus dihentikan sejenak. Apalagi mempertimbangkan sekolah tatap muka dibuka kembali, saran dia jangan dulu.

“Lakukan lockdown sebelum telat. Situasi bisa berubah jadi mengerikan,” tegasnya.

Seperti diketahui, Jumat kemarin, angka kasus corona bertambah 12.990 kasus, sehingga total yang sudah terkonfirmasi sebanyak 1.963.266. Dari angka itu, sebanyak 1.779.127 dinyatakan sembuh, dan 54.043 meninggal dunia.

Warganet pun ramai menanggapi usulan Kasatgas IDI, Prof. Zubairi Djoerban terakit lockdown. Ada di antara mereka yang tidak yakin pemerintah berani mengambil kebijakan lockdown.

“Prof, ‘lockdown’ tidak akan terjadi, karena Presiden Jokowi alergi istilah itu. Yogya lockdown? Lihat saja nanti resminya apa, pasti bukan ‘lockdown’, tapi PPKM atau PSBB ketat atau lainnya,” kata pemilik akun @ferdymad1.

“Sudah setahun lalu istilah ‘lockdown’ ini menjadi wacana. Lebih baik fokus pengetatan pergerakan orang!” sambung dia.

Bagikan berita ini:
5
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar