Serapan Pemprov Sulsel Rendah, Ini Penjelasan Bappelitbangda

Sabtu, 19 Juni 2021 16:23

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Andi Darmawan Bintang (Foto: Selfi/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan data presentase realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021, melalui Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota, pada Jumat 18 Juni 2021.

Serapan anggaran atau realisasi APBD untuk Sulawesi Selatan masih terbilang rendah. Menanggapi hal itu, Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel Andi Darmawan Bintang mengakui ada beberapa hal yang menyebabkan serapan anggaran atau realisasi APBD Sulsel masih rendah.

Menurutnya ada beberapa segmen anggaran yang cukup besar mempengaruhi anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga serapan anggaran di Sulsel belum maksimal.

“Salah satunya ada dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang melekat ke Pemprov Sulsel. Tapi itu kan kita hanya menyalurkan saja, tinggal bagaimana proses penyerapannya di Kabupaten Kota,” katanya.

Penyebab lainnya, kata Andi Darmawan, proses yang berkaitan dengan pengerjaan fisik di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), juga cukup mempengaruhi serapan anggaran.

Andi Darmawan mengungkapkan, untuk proses pengerjaan fisik ini memakan anggaran yang cukup besar, dan proses tendernya masih sementara berjalan.

“Kita memang lagi mengutamakan pembangunan infrastruktur. Anggaranya juga cukup besar dan sebagian sementara dalam proses tender,” ucapnya.

Andi Darmawan menuturkan, besarnya anggaran untuk infrastruktur ini disebabkan pihak ketiga pelaksana proyek meminta uang muka dan meminta presentase pembayaran berdasarkan progres lapangan.

Bagikan berita ini:
7
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar