Sindiran Serius Brasil

Sabtu, 19 Juni 2021 11:40

Latihan Brasil/Lucas Figueiredo/CBF

FAJAR.CO.ID, RIO DE JANEIRO—Brasil kembali berpesta di Copa America 2020 dengan menghajar Peru empat gol tanpa balas pada laga kedua Grup B, pagi kemarin. Pemilihan pemain yang dilakukan Pelatih Brasil, Adenor Leonardo Bachi menjadi sindiran keras Tim Selecao.

Pada pertandingan di Estadio Olímpico Nilton Santos, Rio de Janeiro, sebagaimana janjinya menggunakan turnamen ini sebagai latihan untuk Piala Dunia tahun depan, sang pelatih merombak total barisan starternya. Ibarat uji coba, sang pelatih melakukan enam perubahan sekaligus.

Posisi kiper utama yang dipegang Alisson Alisson diberikan kepada Ederson Moraes. Pelatih yang karib disapa Tite tersebut juga memarkir dua bek andalannya, Marquinhos dan Renan Lodi dengan memainkan Thiago Silva serta Alex Sandro.

Untuk lini tengah, Fabinho serta Everton mengisi tempat Casemiro dan Lucas Paquetá. Sementara penyerang tengah kesukaan Tite, Richarlison memulai pertandingan dari bangku cadangan untuk memberikan tempat kepada Gabriel Barbosa.

Kendati melakukan rotasi frontal, Brasil hanya membutuhkan 12 menit untuk memimpin. Memanfaatkan umpan Gabriel Jesus, Alex Sandro menaklukkan kiper Peru, Pedro Gallese dengan tembakan volinya.

Di babak kedua, Tite memanfaatkan lima slot pergantian pemain dengan memasukkan Richarlison, Everton Ribeiro, Roberto Firmino, Renan Lodi, dan Emerson. Mereka menggantikan Barbosa, Everton, Jesus, Alex, serta Danilo. 

Dengan lima pergantian itu, Brasil menambah tiga gol di paruh kedua. Neymar mencetak gol kedua Tim Samba di menit ke-62. Setelah itu, Everton Ribeiro dan Richarlison menambah dua gol lagi di menit ke-83 dan 93.

Kemenangan 4-0 ini mengukuhkan posisi Brasil di puncak klasemen Grup B dengan poin enam dan selisih gol 7-0. Dengan poin dan selisih gol tersebut, hampir dipastikan Brasil sudah lolos ke babak delapan besar.

“Babak pertama kami tidak seperti yang kami harapkan. Butuh waktu. Di babak kedua kami menggunakan jumlah penyerang yang lebih banyak, tapi itu karena kami pikir itulah yang dibutuhkan dalam permainan,” jelas Tite di AP terkait jalannya laga dan keputusannya memainkan Firmino dan Richarlison.

Apakah perombakan total starter dan penggunaan seluruh jatah pergantian pemain ini sebagai testimoni kalau tim-tim Amerika Selatan sudah terlalu lemah bagi Brasil? Tite mengatakan bahwa kompetisi ini masih bagus dan ia tetap menghargai negara-negara pesertanya.

“Peru memainkan permainan hebat di Piala Dunia di Rusia. Kami memiliki Argentina, dengan Messi, Lautaro, Agüero, dan teman-teman; kami memiliki Kolombia dengan Sánchez, Mina, Cuadrado, pemain tingkat tinggi; kami memiliki Uruguay, dengan Suárez, dengan Cavani, dengan Godín,” ujarnya di EFE.

Namun, dia menekankan bahwa Brasil juga ingin menghadapi tim-tim Eropa. “Kami ingin (bermain dengan) tim Spanyol, kami ingin tim Portugal, kami ingin semua tim Eropa, jika ada kalender yang juga akan memberi kami situasi lain. Kami ingin memiliki jadwal itu untuk bermain dengan tim Eropa,” kata Tite.

Perjalanan mudah Brasil di Copa America 2020 ini sama seperti catatan mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Enam pertandingan yang sudah mereka lakoni seluruhnya mampu dimenangkan dengan mudah oleh Neymar dkk.

Sejak ditangani Tite, dari 56 laga yang mereka mainkan, Brasil menang 43 kali dan hanya kalah empat kali. Selama periode kepemimpinan Tite, Brasil mencetak total 127 gol dan hanya kebobolan 22 kali.

Pelatih Peru, Ricardo Gareca sendiri menegaskan mereka sudah berupaya maksimal memberikan perlawanan. “Itu adalah pertandingan yang berbeda dari satu babak ke babak berikutnya. Di babak pertama kami menguasai permainan,” kata Gareca.

Gareca mengklaim Brasil baru bisa  memberikan lebih banyak ancaman setelah melakukan pergantian pemain. “Brasil memperkuat bagian tengah dan kami mulai bermasalah. Di babak kedua, Brasil unggul dan itu dibenarkan dengan hasil dan situasi gol mereka,” jelasnya.

Peru selanjutnya akan menghadapi Kolombia dalam laga kedua mereka, Senin mendatang. Pada hari yang sama, Venezuela akan melawan Ekuador. Brasil sementara itu akan mendapat jeda sebelum bentrok dengan Kolombia pada Kamis yang kemungkinan akan jadi perebutan juara Grup B. (amr)

Bagikan berita ini:
1
3
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar