Dorong-dorong Jokowi Tiga Periode, Ini Tanggapan Keras Politisi dan Cendekiawan

Minggu, 20 Juni 2021 11:40

Prabowo & Jokowi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wacana Jokowi tiga periode kembali mencuat. Relawan yang menamakan dirinya Jokowi-Prabowo Subianto atau JokPro 2024 mulai menampakkan diri walau tak sedikit pihak yang menentangnya, termasuk presiden melalui juru bicara Fadjroel Rachman.

Penasihat Jokpro M Qodari yang juga Direktur Eksekutif Indobarometer mengakui dirinya sebagai penggagas Jokowi-Prabowo 2024. Tujuannya agar tidak terjadi polarisasi masyarakat seperti di Pilpres 2019.

Bahkan kata Qodari, masalah polarisasi di tahun 2024 itu kecenderungannya akan semakin menguat, lebih kuat dibandingkan 2014 dan 2019.

Tak ada jalan lain selain menggabungkan dua tokoh merupakan representasi terkuat masyarakat Indonesia yaitu Prabowo dan Jokowi, sehingga polarisasi itu tidak terjadi.

Politisi partai Demokrat Rachland Nashidik menyebut dorong-dorong Jokowi 3 periode merupakan gerakan melawan konstitusi.

“Soekarno berkuasa puluhan tahun. Soeharto berulang jadi Presiden. Tapi mereka bisa begitu karena sistem politik otoriter, ditopang konstitusi darurat tanpa batasan masa jabatan Presiden. Konstitusi kita bilang kini cuma boleh 2 periode. Jadi ini jelas gerakan melawan konstitusi,” kata Rachland dkutip fajar.co.id, dari laman Twitternya, Minggu (20/6/2021).

Cendekiawan muslim Nahdlatul Ulama (NU) Ulil Abshar Abdalla juga secara keras menolak ide presiden 3 periode karena hal tersebut melambangkan oportunisme politik yang berbahaya

“Kalau menurut saya, ide presiden 3 periode ini secara “moral politik” dan secara kategoris harus DITOLAK. Ini melambangkan oportunisme politik yg berbahaya,” tegas Ulil juga lewat cuitannya di Twitter.

Bagikan berita ini:
1
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar