Novel Baswedan Sebut Upaya Pemberantasan Korupsi Sektor SDA Terganjal Sejak 2015

Minggu, 20 Juni 2021 21:05

Penyidik senior KPK Novel Baswedan (Miftahulhayat/Jawa Pos)

“Seingat saya di tahun 2014 BPK itu telah mengatakan bahwa dalam hasil pemeriksaannya, KPK berhasil menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp 280 triliun dengan sumber daya alam yang diambil dengan cara-cara yang tidak baik,” papar Novel.

Novel yang termasuk ke dalam 75 pegawai KPK tidak dilantik menjadi ASN ini mengungkapkan, terdapat kepentingan politik memanfaatkan untuk mencari uang dengan cara-cara yang kotor. Hal ini yang menyebabkan kerugian negara pada sektor SDA.

“Beberapa penelitian itu dikatakan oknum-oknum tertentu yang punya kepentingan politik atau politik hitam itu banyak memanfaatkan sumber daya alam untuk cari uang,” ungkap Novel.

Dia menyatakan kinerja KPK pada sektor SDA dinilai cukup membuahkan prestasi. Tetapi justru pada 2015 terjegal, atau tidak dilanjutkan lagi. Tetapi tidak ada penjelasan rinci, mengapa fokus pemberantasan korupsi pada sektor SDA dikesampingkan.

“Selama ini saya menduga 2014 ketika yang dilakukan KPK itu sudah begitu bagusnya itu kemudian justru mengganggu ya, terus menariknya adalah kalau 2014 sudah berjalan, 2015 tidak diteruskan. Saya nggak tahu kenapa? Karena tentunya penjelasannya seperti apa nggak paham, harusnya kalau itu suatu hal yang baik teruskan,” ujar Novel.

Bagikan berita ini:
5
3
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar