Relawan Jokpro Terbentuk, Herzaky Demokrat: Seakan-akan Tanpa Jokowi dan Prabowo, Indonesia Tak Bisa Maju

Minggu, 20 Juni 2021 06:25

Presiden Jokowi bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto usai rapim dengan jajaran Kemenhan, di Jakarta. (DE...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Sejumlah pihak mengusulkan supaya Joko Widodo (Jokowi) bisa menjabat sebagai Presiden Indonesia selama tiga periode. Mereka juga mengusulkan Jokowi berduet dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menegaskan, tokoh yang layak memimpin Indonesia bukan hanya Jokowi dan Prabowo Subianto. Sebab masih banyak tokoh yang mumpuni untuk bisa menjadi kepala negara.

“Seakan-akan tanpa Jokowi dan Prabowo, Indonesia tidak akan bisa maju dan menjadi lebih baik,” tegas Herzaky kepada wartawan, Sabtu (19/6).

Herzaky mengatakan, sejak 2014 kontestasi Pilpres, Jokowi dan Prabowo malah membelah masyarakat. Memunculkan polarisasi dan luka mendalam di masyarakat, yang belum pernah dialami di era-era sebelumnya.

“Kalau kemudian kita menyerahkan nasib Indonesia kembali kepada keduanya, seakan-akan Indonesia ini berhenti bergerak dan tidak ada kemajuan sejak 2014,” katanya.

Padahal, menurut Herzaky, saat ini sudah banyak calon pemimpin terbaik di seluruh Indonesia. Misalnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua DPR Puan Maharani, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Berbagai survei juga telah mengonfirmasi keinginan rakyat Indonesia mendapatkan pemimpin baru di 2024 dan menolak keras wacana tiga periode,” ungkapnya.

Herzaky menuturkan, Jokowi telah mendapatkan kesempatan selama dua periode sesuai dengan amanah konstitusi menjadi kepala negara. Sehingga sebaiknya saat ini, pihak-pihak yang menyampaikan aspirasi itu mendoakan dan mendukung pemerintahan Jokowi agar dapat menuntaskan tanggung jawabnya dengan baik sampai dengan 2024.

“Beliau sendiri sudah berulang kali menolak adanya rencana tiga periode. Tentunya penolakan beliau ini bukan basa-basi apalagi lip service belaka. Janganlah beliau kemudian dijebak, dipancing-pancing, untuk mengamputasi demokrasi kita dan menghancurkan cita-cita reformasi,” ungkapnya.

Herzaky menambahkan, tentunya Jokowi ingin dikenang sebagai pemimpin demokratis seperti halnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden ke-6 Indonesia. Sehingga saat ini wacana tiga periode hanyalah membawa Indonesia kembali ke Orde Baru. “Janganlah buat Indonesia mundur puluhan tahun dengan memaksakan rencana presiden tiga periode,” tegasnya.

Herzaky, menyarankan lebih baik pendukung Jokowi tersebut membentuk relawan melawan Covid-19 dan membantu rakyat yang sedang susah karena krisis kesehatan dan ekonomi yang dihadapi saat ini.

“Stoplah bermanuver politik, fokus bantu rakyat saja. Jangan malah menghina rakyat Indonesia dengan wacana Jokowi tiga periode apalagi dengan lelucon tidak lucu, Jokowi-Prabowo,” pungkasnya.

Sebelumnya, penasihat Jokpro, M Qodari mengatakan muncul ide menjadikan Jokowi dan Prabowo Subianto berpasangan di Pilpres 2024.

“Tujuannya apa karena akan ada satu calon saja, dan Jokowi-Prabowo lawannya kotak kosong. Saya antisipasi bahwa polarisasi ini makin mengeras menuju 2024. Maka Jokowi-Prabowo gabung saja,” ujar Qodari di Kantor Jokpro di kawasan Mampang, Jakarta, Sabtu (19/6). (jpc/fajar)

Bagikan berita ini:
7
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar