Rencana Pembelajaran Tatap Muka, Jazilul Fawaid Bilang Seperti Ini

Minggu, 20 Juni 2021 21:00

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Niatan untuk menggelar kembali pembelajaran secara tatap muka di sekolah diapresiasi oleh Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. Meskipun kapasitas siswa yang hadir di sekolah maksimal 50 persen.

Namun hal yang demikian, menurutnya, suatu langkah yang maju di saat pandemi Covid-19. Apalagi proses pembelajaran yang dilakukan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Karena dengan digelarnya pembelajaran tatap muka itu membuat Indonesia terhindar dari ‘lost generation’ atau hilangnya masa depan generasi penerus bangsa.

“Sudah setahun lebih anak-anak Indonesia tidak pergi ke sekolah,” ungkap pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu

Menurut pria yang akrab disapa Gus Jazil itu tidak hanya membuat bangsa ini terancam ‘lost generation’ namun juga bisa mengakibatkan anak-anak Indonesia malas belajar dan pergi ke sekolah. “Bahayanya bila mereka lebih memilih kerja. Dan parahnya Anak-anak bekerja disebut Gus Jazil memiliki produktifitas rendah dan diupah ala kadarnya,” ujanrnya.

Di tengah bangsa ini mulai membuka kembali sekolah, muncul varian baru Covid-19. Varian ini disebut memiliki daya penularan yang lebih cepat. Akibat varian baru ini menimbulkan lonjakan penularan. Bangkalan, Jawa Timur; Kudus, Jawa Tengah; dan Jakarta, merupakan tempat di mana varian baru itu ditemukan. Akibat varian baru itu menurut Wakil Ketua Umum DPP PKB ini membuat rumah sakit-rumah sakit menjadi penuh. “Sangat menyedihkan,” tuturnya.

Bagikan berita ini:
9
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar