Diterpa Pandemi, Bisnis Clothing di Makassar Justru Kian Menjanjikan

Senin, 21 Juni 2021 17:50

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Industri fashion di Indonesia saat ini bisa dibilang berkembang pesat. Kian hari semakin bermunculannya merk pakaian dengan tema yang beragam dan unik. Apalagi clothing line karya anak bangsa tak kalah mentereng dengan merk luar negeri.

Bisnis yang satu ini banyak diminati oleh kalangan milenial. Namun memang dibutuhkan kreatifitas, strategi dan optimisme agar dapat sukses dan mampu bersaing.

Salah satunya di Kota Makassar. Empat sekawan, Alfian, Yayat, Fikri, dan Usu adalah pemuda asal Makassar yang telah memulai bisnis ini sejak tahun 2019. Bisa dibilang, sekarang mereka sudah cukup berhasil.

Berawal dari hobi membuat desain-desai kreatif, mereka mulai memikirkan untuk membangun usaha clothing dengan brand sendiri yang menempelkan karya-karyanya.

Alfian bercerita, ia dengan tiga kawannya adalah para pemuda penyuka fashion dan masing-masing memiliki kretifitas dalam hal desain grafis. Kreatifitas itu kemudian diaplikasikan lewat produk clothing yang kemudian dikenal dengan nama Wonderwalt.

“Kami sedikit berbeda satu sama lain, tetapi kami mampu menyatukan seluruh ide-ide dari kretifitas kami ke dalam setiap artikel (satuan pecasan) Wonderwalt,” ujar Ian, sapaan karib Ardiansyah Alfian, Senin (21/6/2021).

Dalam satu artikel (24 pecasan baju), Ian cs menempatkan satu design yang mengandung keresahan mereka terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Bisa berwujud kata-kata atau gambar yang menyiratkan makna mendalam.

“Kami membuat beberapa artikel dengan jumlah yang terbatas dengan desain-desain tema dan mengandung keresahan yang berbeda-beda dan tidak akan diproduksi ulang,” ungkapnya.

Ian menambahkan, desain fesyen akan sangat berdampak terhadap kenyamanan, kebahagiaan, dan kesukaan dari para pemakainya. Karena itu, desain adalah salah satu faktor penting keberhasilan usaha clothingnya. Selain itu, adalah menghadirkan bahan yang berkualitas.

Dalam satu bulan terakhir misalnya, Ian cs bisa memproduksi hingga 5 artikel. Jumlah produksi yang dihasilkan itu sejalan dengan tingkat penjualan yang mencapai sekitar 70-80 persen.

Lebih lanjut dikatakannya, pada momen-momen tertentu seperti hari raya, produksi bisa 5 kali lipat dari biasanya.

“Alhamdulillah dari situ, omset kita perbulannya Rp 5 juta sampai Rp 10 juta,” jelasnya.

“Modal awal kita buat usaha ini patungan hingga mencapai Rp 20 jutaan,” pungkasnya.

Dalam upaya memaksimalkan penjualan, Ian cs memperkuat market online dengan memanfaatkan sosial media. Strategi ini dijalankan untuk menyasar konsumen milenials yang memang menjadi segmentasi pasar dari produk-produk mereka.

“Kita pasarkan online. Karena memang kalau mau berhasil jual banyak produk, itu harus kuat di situ. Apalagi anak-anak muda sekarang cendrung lebih banyak beli online,” tutur pemuda berusia 22 tahun ini.

Saat ini Wonderwalt masih diproduksi rumahan. Kedepan mereka telah merencanakan untuk membuat usahanya lebih besar lagi dengan menyewa tempat/ruko sebagai lokasi pusat penjualan.

“Kita memang sudah merencanakan ini semua. Insya Allah tahun depan kita sudah buka tokonya,” tutup dia. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
1
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar