DPRD Sulsel Minta Inspektorat Periksa Proyek Bendungan Waru-Waru

Senin, 21 Juni 2021 10:15

Proyek bendungan Waru-waru

FAJAR.CO.ID, BONE — DPRD Provinsi Sulsel telah menerima laporan pengerjaan Proyek D.I Waru-Waru, Desa Batu Gading, Kecamatan Mare yang diduga dikerja semrawut.

Proyek bangunan irigasi itu menelan anggaran hampir Rp58 miliar, ambruk sebelum difungsikan. Dalam rincian DPA Dinas PUTR Sulsel, bendungan Waru Waru dikucurkan anggaran Rp13,5 miliar tahun 2020.

Sedangkan tahun 2021 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp44,4 miliar. Anggaran sebanyak itu terdiri atas peningkatan DI Waru Waru masing masing Rp 28,6 miliar, dan Rp14,4 miliar. Serta survervisi konstruksi Rp886,6 jutadan Rp450 juta.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Rahman Pina menegaskan, pihak rekanan harusnya mengutamakan kualitas pengerjaan. “Saya dapat info begitu, sudah roboh padahal masih dalam proses pengerjaan,” katanya Senin (21/6/2021).

Kata dia, sangat disayangkan, proyek yang menelan anggaran puluhan miliar itu bermasalah sebelum dinikmati masyarakat. “Kami sudah minta inspektorat untuk melakukan review (pemeriksaan) khusus. Bahkan kalau tidak juga memuaskan, kita akan minta APH (Aparat Penegak Hukum) turun tangan,” tambahnya tegas.

Padahal Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman sudah mengucurkan anggaran Rp100 miliar yang bersumber dari dana PEN yang diperuntukkan untuk Bone, yang dialokasikan untuk pembangunan dua bendungan di Bone, yakni Waru-waru dan Lalengrie. Khusus Waru-waru mendapat jatah Rp50 miliar.

Salah seorang warga setempat, Daming mengaku, bangunan irigasi ambruk hanya berselang dua minggu setelah dikerja. “Baru saja selesai bangunannya pada Mei lalu. Tiba-tiba longsor, bangunannya runtuh sampai di bawah,” ucapnya.

Bagikan berita ini:
10
3
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar