Jika Kasus Covid 19 Tembus 50 per Hari, Pemkot Makassar Bakal ‘Hilangkan’ Malam Minggu

Senin, 21 Juni 2021 19:20

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus Covid 19 yang terus meningkat membuat Pemerintah Kota Makassar akan mengambil langkah tegas. Salah satunya wacana meniadakan malam Minggu.

Pasalnya, banyak masyarakat menjadikan momen malam Minggu untuk keluar dan berkumpul. Sehingga hal itu bisa memperluas penyebaran Covid-19.

“Khusus malam Minggu saya matikan kalau sampai 50 kasus per hari,” kata Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Senin, (21/6/2021).

Jika hal itu tidak efektif, lanjut Danny pihaknya akan meningkatkan pengetatan. Aktivis malam Minggu dan Sabtu akan ditiadakan.

“Kita tengah menyusun langkah terukur dengan mengacu pada data untuk menekan laju penularan Covid-19. Kalau naik lagi kasus di atas 50 per hari hari Sabtu kita matikan,” sambungnya.

Kata Danny, hal ini merupakan upaya Pemkot Makassar dalam menekan laju penyebaran virus Covid 19. Jika dibandingkan opsi PSBB yang merupakan “rem mendadak”.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya merugikan pengusaha, namun juga masyarakat secara keseluruhan.

“Ini laju kendaraan tengah meluncur pada kecepatan tinggi lantas tiba-tiba terjadi rem mendadak. Semua penumpang bisa terpelanting dari tempat duduknya,”terang Danny.

Bukan hanya itu, sektor usaha juga akan kembali terkena dampaknya.”Ekonomi bisa tengkurap lagi kalau kita ambil kebijakan itu,”ujarnya.

Dia menilai kebijakan yang berbasis pada data kasus Covid-19 merupakan alternatif paling ilmiah dan terukur. “Jadi kita semua harus bertanggung jawab,” tutupnya. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
1
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar