Miris, Realisasi Insentif Tenaga Kesehatan di Sulsel Baru 2,36 Persen

Senin, 21 Juni 2021 14:57

Ilustrasi tenaga kesehatan. (Antara)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kementerian Keuangan RI mencatat realisasi insentif tenaga kesehatan (nakes) di Sulawesi Selatan per 15 Juni 2021 baru mencapai Rp6,6 miliar atau sama dengan 2,36 persen dari Rp280 miliar yang telah dianggarkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) atau Dana Bagi Hasil (DBH).

Selain itu, insentif nakes daerah melalui Bantuan Operasional Kesehatan Tambahan (BOKT), sisanya per 14 Juni 2021, sebesar Rp68 miliar dengan total pembayaran Rp129 miliar.

Nilai pagu Rp197 miliar yang telah disalurkan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) untuk 82,961 tenaga kesehatan.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, rendahnya realisasi insentif nakes karena adanya beberapa aturan dalam sistem pencairan.

Pada intinya kata dia, anggaran insentif nakes sudah ada yang disiapkan. Tinggal bagaimana disalurkan untuk pencairannya sesuai dengan regulasi yang ada.

“Kalau insentif nya, uangnya kan sudah ada. Pencairannya prosedural juga kan. Kita juga mengkaji. Paling tidak kita mau lihat bagaimana prosedur-prosedur supaya itu terealisasi. Karena tertahan itu lebih kepada di sisi ini ada aturan ini,” katanya ketika ditemui di Kantor Gubernur, Senin, (21/6/2021).

Lebih lanjut kata adik Menteri Pertanian Periode 2014 – 2019 itu, dalam pencairan insentif harus jeli melihat nakes yang akan menerima, jangan sampai misalnya sudah ada tambahan penghasilan yang juga diterima.

Bagikan berita ini:
7
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar