Pengakuan Habib Rizieq Sangat Mengejutkan

Senin, 21 Juni 2021 15:50

Habib Rizieq Shihab. (int)

B. Tanggal 25 Juli tahun 2017, saya selaku pembina GNPF Ulama ketika itu saya berada di kota Tarim negeri Yaman mengirim delegasi GNPF MUI yang dipimpin oleh ustaz Bahtiar Nasir ke Istana Negara di Jakarta bertemu Presiden Jokowi untuk dialog. GNPF MUI saat ini bernama GNPF Ulama dipimpin oleh Syekh Yusuf Martak.

C. Tanggal 22 April tahun 2018 saya yang juga pembina PA 212 persaudaraan alumni 212, saat itu saya berada di kota suci Makkah kembali mengirim delegasi PA 212 dipimpin oleh ustaz Slamet Maarif yang juga didampingi pimpinan GNPF Syekh Yusuf Martak ke Istana Bogor bertemu Presiden Jokowi juga untuk dialog.

D. Hasil dialog GNPF dan PA 212 dengan Presiden Jokowi sangat bagus namun lagi-lagi tidak terealisasi karena ada gerakan liar intelijen hitam yang tidak suka ada dialog rekonsiliasi antara ulama dan umara.

Dengan alasan-alasan tersebut, Habib Rizieq lantas menilai bahwa jaksa telah berburuk sangka kepadanya dengan menuding bahwa dirinya hanya mencari panggung ketika mengungkap dialog rekonsiliasi dengan Kepala BIN Budi Gunawan dan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian.(genpi)

Bagikan berita ini:
8
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar